Jumlah Korban Diduga Keracunan MBG di Depapre Capai Puluhan Anak - Anak, RSUD Yowari Dirikan Tenda Darurat

Photo Author
Roberth Vanwi, Suara Pembaruan
- Rabu, 5 Agustus 2026 | 08:40 WIB
Tampak sejumlah pasien yang dirawat di tenda darurat yang dibangun di halaman RSUD Yowari (Istimewa )
Tampak sejumlah pasien yang dirawat di tenda darurat yang dibangun di halaman RSUD Yowari (Istimewa )

Sentani, SUARAPEMBARUAN - Jumlah siswa yang diduga mengalami keracunan usai menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, terus bertambah. Hingga Rabu (5/8) dini hari, sebanyak 80 pasien telah dirujuk ke sejumlah rumah sakit dan puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sebanyak43 pasien dirujuk ke RSUD Yowari. Sementara itu, 10 pasien dirawat di Puskesmas Harapan, 11 pasien di Puskesmas Sentani, 11 pasien di Puskesmas Waibu, dan 5 pasien dirujuk ke RSUP Jayapura.

Mayoritas pasien mengeluhkan gejala mual, pusing, muntah, hingga tubuh lemas. Setibanya di fasilitas kesehatan, para pasien langsung mendapatkan penanganan medis, termasuk pemasangan infus.

Membludaknya jumlah pasien membuat kapasitas ruang perawatan di RSUD Yowari terbatas. Pihak rumah sakit pun mendirikan tenda darurat di halaman rumah sakit untuk menampung dan menangani pasien yang terus berdatangan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, dr. Anton Mote, mengatakan penanganan korban dilakukan melalui sistem triase dengan mengaktifkan delapan puskesmas di sekitar Kota Sentani.

"Seluruh layanan Unit Gawat Darurat (UGD) dioptimalkan. Kami juga terus berkoordinasi dengan Rumah Sakit Dian Harapan dan rumah sakit Kementerian Kesehatan untuk menangani pasien yang membutuhkan perawatan spesialis," kata Anton.

Anton mengungkapkan pihaknya belum dapat memastikan jumlah akhir korban karena proses pendataan masih berlangsung dan pasien masih terus berdatangan.

"Sampai saat ini kami belum bisa menyampaikan jumlah pasti karena pasien masih berdatangan. Fokus kami saat ini adalah penyelamatan korban," ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Jayapura bersama tenaga kesehatan masih terus melakukan penanganan terhadap para siswa yang diduga mengalami keracunan, sekaligus menyelidiki penyebab kejadian tersebut

 

 

Editor: Roberth Vanwi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

X