Wisata Jogja Tembus 1 Juta Kunjungan Selama April 2026, Ekonomi Lokal Bergerak

Photo Author
Philipus Anton, Suara Pembaruan
- Sabtu, 2 Mei 2026 | 18:07 WIB
Ilustrasi wisatawan di Malioboro Jogja
Ilustrasi wisatawan di Malioboro Jogja

Yogyakarta, SUARA PEMBARUAN – Industri pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta mencatatkan pencapaian impresif sepanjang April 2026. Berdasarkan data resmi yang dirilis Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, total pergerakan wisatawan melampaui angka 1 juta kunjungan, tepatnya mencapai 1.023.494 wisatawan.

Capaian ini menjadi sinyal pemulihan yang kuat bagi sektor pariwisata di Kota Gudeg, yang terutama didorong oleh rangkaian libur panjang dan periode cuti bersama selama bulan lalu.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Lucia Daning, mengungkapkan bahwa lonjakan signifikan ini tidak terlepas dari momentum libur panjang yang terjadi sepanjang April.

"Pergerakan wisatawan didominasi wisatawan domestik dan mencapai lebih dari satu juta kunjungan. Lonjakan paling terasa terjadi saat periode libur Paskah, di mana pergerakan meningkat sekitar 20 hingga 23 persen dibandingkan hari biasa," ujar Lucia, Jumat (1/5/2026).

Para pelaku industri pun merasakan dampaknya. Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono, menyatakan bahwa meskipun ada kekhawatiran awal terkait daya beli, nyatanya momen libur panjang Hari Buruh di awal Mei 2026 turut mendorong peningkatan reservasi hotel hingga 30 persen dibanding hari biasa.

Kawasan Malioboro masih kokoh sebagai destinasi nomor satu yang paling banyak diburu wisatawan. Magnet budaya, kuliner, dan kemudahan akses menjadikan kawasan ini sebagai "wajib kunjung" bagi para pelancong.

Dari total 1.023.494 kunjungan, komposisinya masih didominasi oleh Wisatawan Nusantara (Wisnu) yang mencapai 1.015.131 orang. Sementara itu, Wisatawan Mancanegara (Wisman) tercatat sebanyak 8.363 orang.

Tingginya arus wisatawan berkorelasi langsung dengan menggeliatnya roda ekonomi lokal. Dinas Pariwisata mencatat rata-rata pengeluaran wisatawan selama periode April mencapai Rp2.214.285 dengan rata-rata lama tinggal (length of stay) 1,72 hari.

Pemerintah Kota Yogyakarta berharap tren positif ini berlanjut pada Mei 2026. "Dengan adanya beberapa periode libur panjang, kami perkirakan pergerakan wisatawan tetap meningkat," harap Lucia. Meskipun data untuk awal Mei masih dalam tahap rekapitulasi, antusiasme wisatawan diprediksi akan terus mengalir ke destinasi unggulan seperti Malioboro.

Editor: Philipus Anton

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ke Candi Prambanan, Rekreasi dan Memahami Sejarah

Kamis, 30 April 2026 | 19:32 WIB
X