Yogyakarta, SUARA PEMBARUAN - Memasuki hari kedua long weekend peringatan Hari Buruh atau May Day 2026, mobilitas masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta terpantau tinggi. PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 6 Yogyakarta mencatat total 162.310 pelanggan kereta api jarak jauh selama periode libur panjang akhir pekan ini.
Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengungkapkan bahwa jumlah tersebut merupakan akumulasi dari 81.875 penumpang yang berangkat dan 80.435 penumpang yang tiba di berbagai stasiun wilayah Daop 6. Kepadatan tertinggi tercatat di Stasiun Yogyakarta dengan 38.619 penumpang, disusul Stasiun Lempuyangan sebanyak 20.095 penumpang, serta Stasiun Solo Balapan dengan 13.103 penumpang.
Tingginya angka pergerakan penumpang ini menunjukkan bahwa kereta api menjadi moda pilihan utama masyarakat dalam melakukan perjalanan selama masa libur panjang, baik untuk keperluan liburan maupun berkumpul bersama keluarga, jelas Feni saat ditemui di Stasiun Yogyakarta, Sabtu (2/5/2026).
Untuk mengantisipasi lonjakan pelanggan selama periode long weekend di bulan Mei, KAI Daop 6 Yogyakarta telah menyiapkan tujuh perjalanan kereta api tambahan guna meningkatkan kapasitas angkut terhitung mulai 1 Mei 2026. Feni menambahkan, kereta tambahan tersebut melayani rute dari Stasiun Yogyakarta menuju Gambir, Stasiun Lempuyangan menuju Pasar Senen, serta KA Sancaka relasi Yogyakarta Surabaya Gubeng, dengan kelas layanan mulai dari ekonomi hingga eksekutif.
Sementara itu, di tengah padatnya mobilitas masyarakat, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta pada akhir pekan ini. Berdasarkan informasi resmi dari BMKG yang diperoleh Sabtu (2/5/2026), DIY masuk dalam kategori Waspada yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta, Reni Kraningtyas, dalam keterangan tertulisnya mengimbau warga dan wisatawan yang sedang beraktivitas di luar rumah untuk meningkatkan kewaspadaan. Potensi hujan lebat diperkirakan dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang. Fenomena atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation, gelombang Equatorial Rossby, gelombang Kelvin, serta gelombang Mixed Rossby-Gravity teridentifikasi memicu peningkatan kelembapan udara dan ketidakstabilan atmosfer di wilayah Jawa bagian selatan termasuk DIY.
Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti genangan air, luapan sungai, dan tanah longsor yang mungkin terjadi akibat cuaca ekstrem ini. Bagi para pelancong yang hendak menikmati liburan di Jogja, disarankan untuk selalu membawa perlengkapan penghujanan dan memantau informasi prakiraan cuaca terkini dari kanal resmi BMKG. Peringatan dini ini berlaku efektif untuk periode tanggal 2 hingga 8 Mei 2026.
Artikel Terkait
1.008 Pelita Menyala di Shiva Grha: Semarak Mahashivaratrat Mewarnai Kebangkitan Spiritualitas Candi Prambanan
Kisah Ojol Tetap Ngegas di Malam Takbiran, Penumpang Beri THR
Viral! Penumpang Masak Mi di Kereta, KAI: Stopkontak Bukan untuk Kompor
Usai Makan MBG, Siswa SD di Sampang Diduga Alami Alergi Massal
33.625 Pelajar Keracunan MBG, Target 3000 Porsi per SPPG Dinilai Tidak Masuk Akal
Ke Candi Prambanan, Rekreasi dan Memahami Sejarah
Wakil Ketua DPR RI Pastikan Potongan Aplikator Ojol Turun Menjadi 8 Persen