"Jangan Jadi Korban Hasutan! Ketua RKPT Keerom Imbau Warga Pegunungan Tetap Tenang Hadapi Aksi Demo"

Photo Author
Roberth Vanwi, Suara Pembaruan
- Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:39 WIB
Badan Pengurus Rukun Keluarga Pegunungan Tengah (RKPT) Kabupaten Keerom  (Istimewa)
Badan Pengurus Rukun Keluarga Pegunungan Tengah (RKPT) Kabupaten Keerom (Istimewa)

Keerom, SUARAPEMBARUAN– Ketua Umum Pegunungan Tengah Lapago Mepago Kabupaten Keerom, Simon Kossay, mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Provinsi Papua, khususnya Kabupaten Keerom, menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.

Ajakan tersebut disampaikan Simon bersama Badan Pengurus Rukun Keluarga Pegunungan Tengah (RKPT) Kabupaten Keerom sebagai bentuk kepedulian terhadap terciptanya suasana yang aman, damai, dan kondusif di Tanah Papua.

Simon mengatakan, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia hendaknya menjadi kesempatan bagi seluruh masyarakat untuk mempererat persaudaraan, menjaga persatuan, serta menghindari berbagai tindakan yang dapat mengganggu keamanan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Papua, khususnya masyarakat Pegunungan yang berada di Kabupaten Keerom, untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kedamaian. Mari kita sambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan suasana yang aman, tertib, dan penuh persaudaraan,” ujar Simon.

Terkait adanya rencana aksi demonstrasi pada 15 Agustus 2026 di Provinsi Papua, Simon mengimbau masyarakat Pegunungan agar tetap menahan diri dan tidak mudah terpancing oleh ajakan maupun informasi yang dapat memicu keresahan.

“Kami meminta masyarakat untuk tidak mudah terpancing atau terprovokasi oleh ajakan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Tetap tenang dan jangan melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat luas,” katanya.

Simon menegaskan bahwa pihaknya secara tegas menolak segala bentuk kekerasan yang terjadi di Tanah Papua, terlebih apabila kekerasan tersebut melibatkan sesama anak bangsa maupun sesama masyarakat Papua.

“Kami dengan tegas menolak segala bentuk kekerasan di Tanah Papua. Kita semua adalah saudara. Jangan sampai perbedaan pandangan membuat kita saling berhadapan dan akhirnya masyarakat sendiri yang menjadi korban,” tegasnya.

Menurut Simon, masyarakat Papua membutuhkan suasana kehidupan yang damai agar dapat menjalankan aktivitas sehari-hari serta ikut mendukung pembangunan di berbagai sektor.

“Kami di Bumi Cenderawasih, di Tanah Papua, membutuhkan kehidupan yang penuh perdamaian, bukan kekerasan. Mari kita jaga tanah ini bersama-sama, karena keamanan dan kedamaian adalah kebutuhan kita semua,” ungkapnya.

Ia juga mengajak para tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjadi bagian dari upaya menjaga situasi Kamtibmas tetap kondusif.

“Mari kita satukan hati dan pikiran untuk menjaga Keerom dan Tanah Papua tetap aman. Jangan mudah percaya terhadap isu yang belum jelas dan jangan menyebarkan informasi yang dapat memecah persatuan. Kalau kita bersatu dan menjaga kedamaian, maka masyarakat akan hidup dengan aman dan nyaman,” pungkas Simon.

Simon berharap seluruh masyarakat dapat menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan semangat persatuan dan kebersamaan, sehingga peringatan hari kemerdekaan dapat berlangsung aman, damai, dan sukses di seluruh wilayah Papua.

Editor: Roberth Vanwi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

Asyiknya, PASMAN 75 Mlaku-mlaku Nang Tunjungan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:58 WIB
X