Momen Lebaran 2026 kembali menghadirkan kisah menyentuh. Seorang warga tak kuasa menahan haru saat diantar pengemudi ojek online yang tetap bekerja di malam takbiran.
Jakarta, SUARA PEMBARUAN — Kisah mengharukan datang dari unggahan seorang pengguna media sosial, Putri Nayla Ayubia, yang membagikan pengalamannya saat diantar pengemudi ojek online (ojol) di tengah malam terakhir Ramadan.
Melalui akun Instagram @naylayubia, ia menceritakan bagaimana dirinya sempat khawatir tidak mendapatkan transportasi karena situasi malam takbiran yang biasanya sepi layanan.
“Aku sudah cemas tidak dapat ojol karena sudah malam plus takbiran,” tulisnya dalam unggahan pada Senin (23/3/2026).
Namun kekhawatiran itu sirna saat seorang pengemudi ojol tetap menerima pesanan dan bahkan rela menjemputnya dari jarak yang cukup jauh. Hal yang membuat Nayla semakin tersentuh adalah sikap sang pengemudi yang justru berterima kasih.
“Dia bilang, ‘saya yang makasih, kakaknya mau menunggu’,” ungkapnya.
Momen haru itu berlanjut saat Nayla tiba di rumah. Ia berinisiatif memberikan tunjangan hari raya (THR) kepada pengemudi sebagai bentuk apresiasi.
Dalam video yang dibagikan, Nayla tampak sedikit gugup saat hendak memberikan uang tambahan tersebut.
“Sudah dibayar? Ini THR untuk masnya,” ucapnya.
Respons sang pengemudi pun penuh rasa syukur.
“Serius? Terima kasih ya, kak,” jawabnya dengan nada terkejut.
Unggahan tersebut langsung menuai beragam reaksi positif dari warganet. Banyak yang mengapresiasi sikap saling menghargai antara penumpang dan pengemudi, terutama di momen Lebaran.
Seorang warganet yang mengaku sesama pengemudi ojol turut mengungkapkan rasa terima kasih.
“Makasih kak, bahagiannya sampai sini,” tulisnya.
Meski demikian, ada pula komentar ringan yang menyoroti detail lain dalam video, seperti helm yang digunakan. Nayla pun memastikan bahwa helm tersebut memang miliknya sendiri.
Hingga Senin sore, unggahan tersebut telah disukai ribuan pengguna dan terus dibagikan.
Kisah ini menjadi pengingat sederhana bahwa di tengah hiruk pikuk Lebaran, masih ada kehangatan kecil yang lahir dari kepedulian—tentang kerja keras, rasa syukur, dan kebaikan yang saling menguatkan.
Artikel Terkait
Kecam Keras Tewasnya Ojol Dilindas Rantis Brimob, Aktivis Cipayung Plus Jateng Tuntut Pertanggungjawaban Negara
Kapolda Jateng Prihatin Insiden Ojol Jakarta, Janjikan Perlindungan dan Fasilitasi Aspirasi Komunitas
Berkat JKN, Dedi Ojol asal Mranggen Bisa Tenang Dampingi Orang Tuanya Jalani Pengobatan Jantung
Damai di Stasiun Klaten, Ojol dan Opang Sepakat Aturan Baru
Ojol Tewas di Atas Motor di Batam, Diduga Kelelahan Saat Cari Nafkah