Semarang, SUARA PEMBARUAN – Harapan akan pelayanan kesehatan yang mudah, cepat, dan setara kini bukan lagi sekadar wacana. Kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah menghadirkan perubahan besar dalam sistem layanan kesehatan Indonesia. Mulai dari biaya yang terjangkau hingga akses inovatif, program ini benar-benar bisa dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
Dedi (37), seorang pengemudi ojek online asal Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, menjadi salah satu warga yang merasakan manfaat nyata JKN. Kedua orang tuanya divonis menderita penyakit jantung yang membutuhkan biaya besar, namun semua tertolong berkat jaminan BPJS Kesehatan.
“Sekitar akhir Agustus kemarin, ibu saya tiba-tiba jatuh setelah turun dari angkutan umum karena pusing, lalu tidak sadarkan diri di pinggir jalan,” cerita Dedi saat ditemui di Rumah Sakit KRMT Wongsonegoro (RSWN) Semarang, Kamis (25/09).
Mendapat kabar dari sang ayah dan istrinya, Dedi yang kala itu sedang dalam perjalanan segera bergegas menjemput ibunya. Ia langsung membawa sang ibu ke IGD rumah sakit terdekat. Setelah menjalani pemeriksaan, ibunya dinyatakan terkena serangan jantung akibat penyumbatan aorta.
“Ibu dirawat di ICU selama tiga hari, lalu dua hari rawat inap, dan sekarang masih rawat jalan seminggu sekali. Kondisinya sudah lebih baik meski aktivitas masih terbatas,” ujarnya.
Tak hanya sang ibu, ayah Dedi juga mengalami penyumbatan jantung. Bedanya, sang ayah harus menjalani pemasangan empat ring untuk melebarkan pembuluh darahnya.
Semua biaya pengobatan, mulai dari rawat inap hingga tindakan medis, sepenuhnya ditanggung BPJS Kesehatan karena kedua orang tuanya terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI).
“Alhamdulillah semua ditanggung BPJS Kesehatan, tidak keluar biaya sedikit pun. Kalau keluarga saya sendiri ikut mandiri dan sudah sering terbantu, mulai dari persalinan istri sampai pengobatan anak,” tambah Dedi.
Menurutnya, keberadaan BPJS Kesehatan sangat meringankan beban keluarga, terutama saat kondisi ekonomi sedang sulit. “Kesehatan itu paling utama, jadi saya benar-benar bersyukur ada BPJS Kesehatan. Layanannya juga cepat dan memuaskan,” katanya.
Selain itu, Dedi mengapresiasi inovasi yang dihadirkan, seperti aplikasi Mobile JKN dan BPJS Keliling.
“Sekarang lebih praktis, semua bisa lewat aplikasi, mulai dari antrean online sampai konsultasi dokter. Kalau di daerah jauh, bisa memanfaatkan BPJS Keliling. Jadi peserta lebih mudah akses layanan tanpa ribet,” jelasnya.
Ia berharap BPJS Kesehatan terus meningkatkan kualitas pelayanan dan hadir untuk masyarakat yang membutuhkan.
“Terima kasih sekali lagi kepada BPJS Kesehatan. Berkat program ini, kesehatan orang tua saya bisa terjamin,” pungkasnya.*
Artikel Terkait
JKN Jadi Penopang Harapan Prayitno Hadapi Gagal Ginjal dengan Cuci Darah
Bertahan dengan Senyum, Munsaadah Jalani Perawatan Kanker Serviks dan Cuci Darah Berkat JKN
Pemprov Bengkulu dan BPJS Kesehatan Jalin Kerja Sama Rekrut Peserta JKN
BPJS Kesehatan Dorong Pemanfaatan Autodebet untuk Permudah Peserta JKN Bayar Iuran
Senyum Qiya Kembali Mengembang Berkat Perlindungan JKN