Senyum Qiya Kembali Mengembang Berkat Perlindungan JKN

Photo Author
- Rabu, 24 September 2025 | 12:37 WIB

 

 


Semarang, SUARA PEMBARUAN – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini telah mencakup hampir seluruh penduduk Indonesia. Kemudahan akses, pelayanan cepat, serta jaminan kesetaraan membuat program ini semakin dipercaya masyarakat, terutama bagi keluarga yang mengutamakan kesehatan buah hati.

Salah satunya dirasakan Novia Anggraeni, warga Wanamukti, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Ia merasakan betul manfaat JKN saat mendampingi putrinya, Qiya (4), yang harus menjalani perawatan di rumah sakit karena demam tinggi tak kunjung reda.

“Sekitar seminggu lalu Qiya mulai mengeluh badannya tidak enak, lemas, disertai batuk dan pusing. Sempat saya bawa ke dokter keluarga dan diberi obat penurun panas, sempat membaik, tapi besoknya panas tinggi lagi,” ungkap Novia saat ditemui di Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), Rabu (23/9).

Keceriaan Qiya yang biasanya lincah dan penuh senyum mendadak hilang. Rumah yang semula ramai dengan gelak tawa, berubah hening. Puncaknya, suhu tubuh Qiya mencapai 41 derajat. Tak ingin mengambil risiko, Novia segera membawa putrinya ke Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Di sana, Qiya langsung menjalani pemeriksaan, mulai dari tes darah hingga rontgen toraks.

“Panasnya sudah terlalu tinggi, jadi langsung saya bawa ke IGD. Untungnya tidak ada riwayat kejang. Hasil pemeriksaan menunjukkan ada bercak di paru-paru, sehingga dokter menyarankan rawat inap untuk observasi lebih lanjut,” jelasnya.

Novia menduga penyakit Qiya dipicu kebiasaan mengonsumsi makanan kemasan manis tanpa sepengetahuannya.

“Namanya anak-anak, kadang jajan sembunyi-sembunyi atau diberi temannya di sekolah. Saya rasa itu yang jadi penyebab awalnya,” tuturnya sambil tersenyum kecil.

Untungnya, Novia tidak perlu khawatir soal biaya karena ia terdaftar sebagai peserta JKN melalui segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) dari perusahaan suaminya.

Sepanjang proses perawatan, ia merasakan banyak kemudahan. Administrasi berjalan cepat, layanan medis dan obat-obatan ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan tanpa biaya tambahan.

“RS UNIMUS ini juga ramah anak, tidak terlalu ramai sehingga membuat anak lebih nyaman. Qiya bahkan ikut memilih rumah sakit ini karena dia sudah bisa diajak diskusi,” ujar Novia.

Selama di rumah sakit, Qiya merasa betah. Kamar perawatan yang dilengkapi fasilitas seperti lemari, meja, dan ranjang berhasil ia sulap menjadi arena bermain kecil. Ditambah lagi, dokter dan perawat selalu memberikan penjelasan dengan detail, membuat Novia merasa tenang.

Tanpa JKN, Novia mengaku akan berat menanggung biaya pengobatan.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

GMTD Perkuat Peran Kader Posyandu di Makassar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:47 WIB
X