Prolanis, Sahabat Peserta JKN untuk Kendalikan Hipertensi dan Diabetes

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Rabu, 13 Agustus 2025 | 10:33 WIB

Semarang, SUARA PEMBARUANBPJS Kesehatan terus memperkuat Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) demi meningkatkan kualitas hidup peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Program ini dirancang sebagai pendekatan proaktif dan terintegrasi yang melibatkan peserta, fasilitas kesehatan, serta BPJS Kesehatan untuk membantu penderita penyakit kronis tetap sehat dan produktif.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Sari Quratul Ainy, menjelaskan bahwa peserta JKN dengan riwayat atau diagnosis baru hipertensi dan diabetes melitus dapat bergabung dengan Prolanis di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat mereka terdaftar, baik puskesmas, klinik pratama, maupun praktik dokter perorangan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Peserta Prolanis akan mendapat pendampingan rutin dari FKTP untuk memastikan penyakitnya terkendali dan mencegah komplikasi degeneratif. Tidak hanya pengobatan, Prolanis juga membentuk klub yang menyediakan beragam kegiatan positif, seperti konsultasi medis, penyuluhan kesehatan, senam Prolanis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, dan pemantauan status kesehatan.

Antusiasme terhadap program ini cukup tinggi. Di Kota Semarang, tercatat 21.561 peserta Prolanis Diabetes Melitus dan 19.794 peserta Prolanis Hipertensi. Sementara di Kabupaten Demak, ada 9.594 peserta Diabetes Melitus dan 5.638 peserta Hipertensi.

Sari menekankan bahwa hipertensi dan diabetes termasuk penyakit tidak menular yang menjadi penyumbang kematian utama di Indonesia. Jika tidak dikelola dengan baik, keduanya dapat memicu komplikasi pada jantung, ginjal, mata, dan organ vital lainnya. Ia juga membantah anggapan bahwa obat hipertensi dan diabetes merusak ginjal. Menurutnya, obat justru membantu menjaga kesehatan organ dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Selain bergabung dengan Prolanis, Sari mengajak masyarakat untuk menjalani pola hidup sehat: menghindari asap rokok, rutin berolahraga, mengatur pola makan, cukup istirahat, dan mengelola stres. Ia juga mengingatkan bahwa peserta JKN berusia di atas 15 tahun wajib mengisi Skrining Riwayat Kesehatan untuk mendeteksi dini 14 penyakit kronis, termasuk hipertensi dan diabetes. Skrining dapat diakses melalui aplikasi Mobile JKN, WA PANDAWA, Web Skrining, atau langsung di FKTP.

Eva Nuraini (35), salah satu peserta Prolanis, mengaku sangat terbantu. Meski awalnya terpukul karena harus menghadapi diabetes melitus tipe 2 dan hipertensi akibat preeklamsia di usia produktif, ia menemukan motivasi baru melalui klub ini. Setiap bulan, ia mengikuti senam, konsultasi dokter, edukasi kesehatan, hingga pemeriksaan laboratorium secara rutin.

“Dengan kondisi seperti ini, tentu saya butuh perawatan intensif yang biayanya besar. Syukurlah ada BPJS Kesehatan dan Prolanis yang selalu mendampingi. Klub ini seperti keluarga, selalu saling menyemangati,” ungkap Eva.

Baginya, semangat untuk pulih bukan hanya demi dirinya, tetapi juga demi anak yang membutuhkan ibunya tetap sehat. “Saya akan terus berjuang menjaga kesehatan,” pungkasnya.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X