Rhodamin B dalam Kosmetik Bisa Rusak Hati Anda dan Picu KANKER

Photo Author
Philipus Anton, Suara Pembaruan
- Sabtu, 16 Mei 2026 | 20:26 WIB
Dosen Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), apt. RR. Sabtanti Harimurti, M.Sc., Ph.D. dok.Humas UMY
Dosen Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), apt. RR. Sabtanti Harimurti, M.Sc., Ph.D. dok.Humas UMY

Yogyakarta, SUARA PEMBARUAN - Sepanjang tahun 2026, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) masih saja menemukan 11 produk kosmetik yang mengandung pewarna merah K10. Temuan ini mencakup berbagai jenis produk yang sehari-hari dipakai wanita, mulai dari krim wajah, toner, cat kuku, hingga sampo. Bahkan, selain pewarna berbahaya, BPOM juga mendeteksi bahan terlarang lain seperti merkuri, hidrokuinon, asam retinoat, deksametason, serta cemaran 1,4-dioksan yang tak kalah berbahaya.

Fakta ini seharusnya menjadi peringatan keras. Tapi apakah masyarakat cukup waspada? Jangan-jangan, produk kecantikan yang Anda pakai setiap hari sedang diam-diam merusak tubuh Anda.

Pewarna merah K10 atau Rhodamin B adalah zat pewarna sintetis yang sebenarnya DILARANG KERAS untuk kosmetik. Zat ini bersifat KARSINOGENIK—alias bisa memicu kanker. Tak hanya itu, ia juga menyebabkan iritasi kulit dan dampak kesehatan kronis jika terus-menerus terserap tubuh.

Dosen Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), apt. RR. Sabtanti Harimurti, M.Sc., Ph.D., menegaskan bahwa pengawasan BPOM memang penting, tapi temuan ini membuktikan satu hal: masih banyak produk nakal beredar. "BPOM terus melakukan pengawasan lewat pengambilan sampel di lapangan. Tapi temuan kosmetik yang mengandung pewarna merah K10 ini jadi pengingat bahwa masyarakat TIDAK BOLEH sembarangan memilih kosmetik," tegasnya.

Yang lebih mengkhawatirkan: Rhodamin B sejatinya adalah pewarna INDUSTRI—bukan untuk tubuh manusia. Ia dipakai untuk tekstil, kertas, dan cat. Tapi karena harganya murah dan warnanya cerah, oknum nakal menyalahgunakannya untuk kosmetik dekoratif seperti lipstik, perona pipi, hingga eye shadow. Biaya produksi murah, tapi nyawa Anda yang jadi taruhannya.

Dampaknya? Dalam jangka pendek, pemilik kulit sensitif bisa merasakan panas, ruam, atau gatal. Tapi jangan salah—bahaya sesungguhnya justru terjadi jika Anda pakai terus-menerus. "Kalau digunakan terus-menerus, zat ini bisa masuk ke dalam tubuh melalui kulit, mulut, maupun saluran pernapasan. Misalnya pada lipstik, bahan tersebut dapat ikut tertelan sedikit demi sedikit. Rhodamin B tidak bisa dimetabolisme tubuh dengan baik, sehingga terakumulasi. Dalam jangka panjang, sifat karsinogeniknya bisa memicu gangguan fungsi hati hingga KANKER HATI," jelas Sabtanti.

Ingat: hati adalah pusat detoksifikasi tubuh. Jika hati rusak karena akumulasi racun, maka seluruh organ Anda terancam.

Jangan cuma tergiur harga murah atau warna mencolok. Perhatikan ciri-ciri kosmetik berbahaya: warna terlalu menyala, efek mengilap berlebihan, tekstur tidak tercampur rata, atau bahkan ada gumpalan warna. Pastikan setiap produk yang Anda beli mencantumkan komposisi jelas dan nomor registrasi BPOM. Jika tidak, JANGAN BELI.

Manfaatkan teknologi! BPOM sudah menyediakan aplikasi untuk mengecek legalitas produk. Gunakan sebelum membeli. Jika setelah pemakaian muncul gatal, panas, atau iritasi—HENTIKAN SEGERA.

Jadi, masih mau ambil risiko dengan kosmetik murahan yang bisa merusak hati dan memicu kanker? Jangan tunggu sampai tubuh Anda yang membayar harganya.

Editor: Philipus Anton

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

GMTD Perkuat Peran Kader Posyandu di Makassar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:47 WIB
X