Surabaya, SUARA PEMBARUAN – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa melepas 1.790 murid peserta program magang kerja luar negeri dan alumni sebagai pekerja migran dari sekolah menengah kejuruan (SMK) wilayah Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan.
Jumlah peserta yang diberangkatkan pada kegiatan tersebut mencapai 1.790 orang. Terdiri dari 1.067 murid SMK kelas XII dan XIII peserta magang kerja luar negeri serta 723 alumni SMK yang bekerja sebagai pekerja migran di berbagai negara.
Adapun negara tujuan penempatan meliputi Jepang, Korea Selatan, Jerman, Malaysia, Singapura, Taiwan, Australia, Tiongkok, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Brunei Darussalam, Bulgaria, hingga Thailand. Dari sejumlah negara tersebut, Jepang masih menjadi tujuan dominan dengan jumlah peserta mencapai 1.216 orang, disusul Korea Selatan sebanyak 460 orang.
Sementara untuk wilayah asal peserta magang kerja luar negeri, Kabupaten Tulungagung menjadi daerah dengan kontribusi terbesar, yakni 898 peserta. Disusul Trenggalek 54 peserta dan Pacitan 15 peserta.
Berdasarkan status sekolah, peserta berasal dari SMK swasta sebanyak 597 orang dan SMK negeri sebanyak 470 orang.
“Jerman saat ini membutuhkan tenaga kerja terampil di bidang pengelasan bawah laut, sementara Jepang membuka banyak peluang pada sektor pertanian dan industri,” ungkap Khofifah di Tulungagung Jumat sore,
Karena itu ditekankan, pentingnya penguatan kompetensi keahlian, kedisiplinan, serta kemampuan bahasa asing bagi murid SMK agar mampu bersaing di dunia kerja internasional.
Kepercayaan Industri Internasional
Khofifah menyatakan, pelepasan ini merupakan kesiapan SDM vokasi Jawa Timur menembus pasar kerja global, sekaligus penguatan komitmen Pemerintah Provinsi Jatim menghadirkan pendidikan vokasi adaptif, kompetitif, dan terhubung langsung dengan kebutuhan industri internasional.
Penguatan kualitas pendidikan vokasi terus dilakukan agar lulusan SMK Jatim memiliki daya saing tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Konektivitas yang sudah terbangun menjadi bagian penting untuk terus diluaskan. Ini menjadi ikhtiar bersama agar lulusan SMK Jawa Timur mampu menjawab kebutuhan dunia industri global,” ujar Khofifah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menambahkan, kontribusi SMK swasta dalam program penempatan kerja luar negeri menunjukkan bahwa pendidikan vokasi di Jatim berkembang secara kolaboratif antara sekolah negeri dan swasta.
Tingginya penyerapan lulusan SMK Jatim di dunia kerja internasional diwujudkan kualitas pendidikan vokasi yang terus diperkuat Pemerintah Provinsi Jatim.
"Ini menjadi kebanggan dan pahlawan negara karena sebaran di berbagai wilayah di Jatim merata dan itu bukti nyata kualitas pendidikan yang diinisiasi Pemprov Jatim berkualitas dan bermutu," kata Aries.
Artikel Terkait
Viral Razia Rambut SMK Garut, Siswi Histeris Dipotong Paksa hingga Minta Pendampingan Hukum
Sudah Diinden Industri, 130 SMK Kembangkan Kendaraan Listrik Berbasis Konversi BBM
91,46 Persen Lulusan SMK Jatim Jalankan Program Bekerja, Melanjutkan dan Wirausaha