Surabaya, SUARA PEMBARUAN - Puluhan kendaraan listrik mobil dan motor hasil inovasi siswa dan guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang mengikuti pameran serta konvoi, memukau jajaran Forkopimda Jatim.
“Luar biasa siswa SMK ini. Mereka memiliki kompetensi, kreativitas, dan kemampuan teknologi. Kendaraan listrik ini bukan sekadar karya praktik sekolah, tetapi sudah menunjukkan kualitas siap bersaing dan menjawab kebutuhan masa depan industri otomotif,” ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.
Pameran dan konvoi digelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, dalam rangkaian Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).
Menurut gubernur, ini menjadi pendorong semangat menuju Net Zero Emission 2060. Bagaimana kita mengkonversi energi dari fosil ke nonfosil. Dan itu dimulai dari anak-anak SMK.
Karya kendaraan listrik tersebut dipamerkan pada momentum Hardiknas untuk menunjukkan kepada masyarakat luas tentang kapabilitas dan kreativitas siswa SMK di Jawa Timur.
“Karya-karya kendaraan listrik ini sengaja dipamerkan agar publik mengetahui bahwa anak-anak SMK kita memiliki kemampuan luar biasa. Harapannya mereka semakin termotivasi untuk berkarya dan semakin banyak industri yang bersinergi,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai dalam laporannya mengatakan, momentum Hardiknas tidak hanya menjadi refleksi peningkatan mutu pendidikan, tetapi juga ruang untuk menunjukkan hasil nyata pembelajaran siswa yang relevan dengan kebutuhan industri.
Ia menjelaskan, dari total 481 SMK jurusan otomotif di Jawa Timur, sebanyak 130 sekolah telah mengembangkan kendaraan listrik, baik berupa kendaraan baru maupun hasil konversi dari BBM menjadi listrik.
Menurut Aries, beberapa SMK bahkan telah menerima permintaan dari perusahaan untuk melakukan konversi kendaraan BBM menjadi kendaraan listrik. Hal ini menjadi motivasi sekaligus peluang besar bagi siswa untuk terus mengembangkan inovasi di bidang otomotif.
Dalam pameran tersebut, sejumlah sekolah yang menampilkan kendaraan listrik di antaranya SMK Wijaya Putra Surabaya dengan lima unit konversi sepeda motor listrik, SMK Darma Siswa 1 Sidoarjo dengan satu sepeda motor listrik dan satu buggy listrik, SMK Antartika 1 Sidoarjo dengan satu mobil listrik, SMK Krian 2 Sidoarjo dengan satu sepeda motor listrik, serta SMK Senopati Sedati Sidoarjo dengan satu sepeda motor listrik.
Artikel Terkait
Dilema Baterai NCM vs LFP: Pertimbangan Konsumen RI di Tengah Tren Mobil Listrik Murah
BYD Uji Nyali Mobil Listrik di Sirkuit All-Terrain Zhengzhou, Edukasi NEV Bertaraf Global
Dari Paket Hemat ke Mobil Listrik, Tri Perkuat Koneksi Bermakna di Bulan Ramadan