Sudah Diinden Industri, 130 SMK Kembangkan Kendaraan Listrik Berbasis Konversi BBM

Photo Author
Teguh LR, Suara Pembaruan
- Sabtu, 9 Mei 2026 | 23:11 WIB
Pameran dan konvoi kendaraan listrik siswa SMK di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, memukau Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan jajaran Forkopimda Jawa Timur. (Ist).
Pameran dan konvoi kendaraan listrik siswa SMK di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, memukau Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan jajaran Forkopimda Jawa Timur. (Ist).

Surabaya, SUARA PEMBARUAN - Puluhan kendaraan listrik mobil dan motor hasil inovasi siswa dan guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang mengikuti pameran serta konvoi, memukau jajaran Forkopimda Jatim.

“Luar biasa siswa SMK ini. Mereka memiliki kompetensi, kreativitas, dan kemampuan teknologi. Kendaraan listrik ini bukan sekadar karya praktik sekolah, tetapi sudah menunjukkan kualitas siap bersaing dan menjawab kebutuhan masa depan industri otomotif,” ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Pameran dan konvoi digelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, dalam rangkaian Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Menurut gubernur, ini menjadi pendorong semangat menuju Net Zero Emission 2060. Bagaimana kita mengkonversi energi dari fosil ke nonfosil. Dan itu dimulai dari anak-anak SMK.

Karya kendaraan listrik tersebut dipamerkan pada momentum Hardiknas untuk menunjukkan kepada masyarakat luas tentang kapabilitas dan kreativitas siswa SMK di Jawa Timur.

“Karya-karya kendaraan listrik ini sengaja dipamerkan agar publik mengetahui bahwa anak-anak SMK kita memiliki kemampuan luar biasa. Harapannya mereka semakin termotivasi untuk berkarya dan semakin banyak industri yang bersinergi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai dalam laporannya mengatakan, momentum Hardiknas tidak hanya menjadi refleksi peningkatan mutu pendidikan, tetapi juga ruang untuk menunjukkan hasil nyata pembelajaran siswa yang relevan dengan kebutuhan industri.

Ia menjelaskan, dari total 481 SMK jurusan otomotif di Jawa Timur, sebanyak 130 sekolah telah mengembangkan kendaraan listrik, baik berupa kendaraan baru maupun hasil konversi dari BBM menjadi listrik.

Menurut Aries, beberapa SMK bahkan telah menerima permintaan dari perusahaan untuk melakukan konversi kendaraan BBM menjadi kendaraan listrik. Hal ini menjadi motivasi sekaligus peluang besar bagi siswa untuk terus mengembangkan inovasi di bidang otomotif.

Dalam pameran tersebut, sejumlah sekolah yang menampilkan kendaraan listrik di antaranya SMK Wijaya Putra Surabaya dengan lima unit konversi sepeda motor listrik, SMK Darma Siswa 1 Sidoarjo dengan satu sepeda motor listrik dan satu buggy listrik, SMK Antartika 1 Sidoarjo dengan satu mobil listrik, SMK Krian 2 Sidoarjo dengan satu sepeda motor listrik, serta SMK Senopati Sedati Sidoarjo dengan satu sepeda motor listrik.

Editor: Fuska Sani Evani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X