Semarang, SUARA PEMBARUAN - Universitas Diponegoro kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan seleksi nasional yang terbuka bagi semua kalangan. Pada pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Tes tahun 2026, UNDIP menyediakan berbagai fasilitas khusus bagi peserta penyandang disabilitas. Upaya ini dilakukan agar setiap peserta memiliki peluang yang sama serta kemudahan akses selama mengikuti ujian. Pendampingan pun diberikan secara tepat guna, tanpa mengurangi ketatnya standar pelaksanaan, demi menjaga kenyamanan sekaligus integritas proses seleksi.
Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan, UNDIP telah menyiapkan lokasi ujian yang mendukung kebutuhan peserta disabilitas. Beberapa gedung dilengkapi fasilitas lift dan ruang ujian yang disesuaikan secara khusus. Tahun ini, sebanyak enam peserta disabilitas mengikuti UTBK di pusat ujian UNDIP, terdiri dari tiga peserta tuna daksa dan tiga peserta tuna rungu. Penempatan mereka diatur secara strategis, salah satunya di Fakultas Hukum UNDIP yang memiliki akses lift serta ruang duduk fleksibel untuk menunjang mobilitas.
Wakil Ketua Pengembangan Pendidikan LP2MP UNDIP, Paramita Prananingtyas, menegaskan bahwa seluruh layanan telah dirancang sesuai standar nasional tanpa mengurangi ketegasan pengawasan. Ia menyebutkan bahwa perhatian terhadap detail teknis menjadi fokus utama untuk meminimalisir hambatan fisik yang mungkin dihadapi peserta. Hal ini menunjukkan bahwa UNDIP tidak hanya berorientasi pada kualitas akademik, tetapi juga menjunjung nilai kemanusiaan dan kesetaraan dalam akses pendidikan.
Lebih lanjut, Paramita menjelaskan bahwa kesiapan sarana dan prasarana telah dimatangkan melalui koordinasi lintas unit. Ia mengungkapkan bahwa para peserta disabilitas memberikan respons positif terhadap fasilitas yang tersedia. Penyesuaian dilakukan secara maksimal agar kebutuhan mereka dapat terpenuhi dengan baik selama proses ujian berlangsung.
Meski memberikan layanan khusus, UNDIP tetap menerapkan prosedur keamanan yang ketat bagi seluruh peserta. Pemeriksaan menggunakan metal detector tetap diberlakukan untuk mencegah potensi kecurangan, sesuai dengan standar operasional yang telah ditetapkan panitia pusat. Langkah ini dilakukan demi menjaga kredibilitas dan kejujuran hasil ujian.
Melalui perpaduan antara layanan inklusif dan sistem pengawasan yang disiplin, UNDIP berharap pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 dapat berlangsung lancar, transparan, serta memberikan pengalaman ujian yang aman dan nyaman bagi seluruh calon mahasiswa tanpa terkecuali.*
Artikel Terkait
Tinggi, Animo Peserta UTBK-SNBT 2024 di UNDIP, Capai 25.398 Orang
Dukung Kesiapan Pelajar Papua dan Maluku Hadapi SNBT 2025, Telkomsel Kembali Selenggarakan Ilmupedia Tryout UTBK SNBT 2025
UTBK-SBNBT Unib Diikuti 9.224 Peserta, Berjalan Aman, dan Lancar Tanpa Terjadi Kecurangan
UNDIP Wujudkan Ujian Inklusif di UTBK-SNBT 2025 untuk Peserta Disabilitas