Sumbang 51 Persen, Jatim Penyumbang Swasembada Gula Nasional

Photo Author
Teguh LR, Suara Pembaruan
- Jumat, 19 Juni 2026 | 20:21 WIB
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, di tengah tanaman tebu di Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. (Ist).
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, di tengah tanaman tebu di Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. (Ist).

Surabaya, SUARA PEMBARUAN – Provinsi Jawa Timur masih menjafi penyumbang 51 persen produksi gula nasional. Bahkan pada 2025, produksi gula kristal putih provinsi ini mencapai 1,34 juta ton, tertinggi dalam satu dekade terakhir.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan hal tersebut saat memimpin kegiatan Panen dan Tanam Tebu Serentak Program Bongkar Ratoon dan Perluasan Areal Tebu Tahun 2026 di Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Kamis (18/6/2026).

Menurut gubernur, tahun ini Jatin memperoleh target Program Bongkar Ratoon seluas 48.315 hektare dan Perluasan Areal Tebu 6.582 hektare. Dengan demikian, total target yang harus dicapai 54.897 hektare, tersebar di 24 kabupaten sentra tebu di provinsi ini.

"Target ini sekaligus menjadi bentuk kepercayaan pemerintah pusat terhadap kapasitas dan kesiapan Jatim dalam memperkuat ketahanan pangan nasional," katanya.

Sejauh ini, Kabupaten Malang merupakan salah satu sentra tebu terbesar di Jatim. Dengan luas areal tebu sekitar 41 ribu hektare yang didukung keberadaan PG Krebet Baru dan PG Kebon Agung, Kabupaten Malang, memiliki posisi penting dalam pengembangan industri gula nasional.

"Ini merupakan kekuatan strategis yang harus terus kita dorong agar Kabupaten Malang semakin menjadi salah satu pusat pertumbuhan industri gula nasional," ujarnya.

Bibit Unggul

Khofifah menambahkan, penggunaan bibit unggul menjadi kunci peningkatan produktivitas lahan. Berbagai varietas yang digunakan saat ini, seperti varietas Bululawang (BL) memiliki potensi hasil rata-rata di atas 110 ton per hektare, bahkan beberapa di antaranya mampu mencapai sekitar 150 ton per hektare.

Program Bongkar Ratoon dan Perluasan Areal Tebu tersebut menjadi instrumen penting dalam meningkatkan produktivitas, rendemen, serta kapasitas produksi gula nasional secara berkelanjutan.

Pada pelaksanaannya, pengembangan tanaman tebu dilakukan menggunakan sejumlah varietas unggul berpotensi hasil tinggi, yakni NX 04, NX 03, NXI-4T, SGN 01, NX 02, dan NX 01. Varietas-varietas tersebut dipilih karena memiliki produktivitas yang baik sekaligus mendukung peningkatan rendemen gula. Pemanfaatannya menjadi bagian dari transformasi sektor tebu yang terus didorong Pemprov Jatim.

Sementara itu, kegiatan Panen dan Tanam Tebu Serentak Program Bongkar Ratoon dan Perluasan Areal Tebu Tahun 2026, menjadi bagian dari gerakan panen dan tanam tebu yang dilaksanakan secara serentak di sejumlah sentra produksi tebu Jawa Timur.

Selain di Kabupaten Malang, Gubernur Khofifah juga menyapa secara daring pelaksanaan panen dan tanam tebu di Kabupaten Kediri, Magetan, Jombang, Situbondo, Bondowoso, Mojokerto, dan Lamongan.

Hal ini menunjukkan penguatan sektor gula tidak dilakukan secara parsial, melainkan melalui gerakan bersama yang melibatkan sentra-sentra produksi tebu, di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada gula nasional.

Editor: Philipus Anton

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Gerakan Kemanusiaan PMI Tak Kenal Batas Negara

Senin, 15 Juni 2026 | 10:32 WIB
X