Viral Mahasiswa Bawa Dua Printer ke Kafe, Kuasai Tiga Meja dan Picu Perdebatan Etika Penggunaan Fasilitas

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:28 WIB
Viral sekelompok mahasiswa mengerjakan tugas di kafe dengan membawa printer. (Threads/aall.ffi)
Viral sekelompok mahasiswa mengerjakan tugas di kafe dengan membawa printer. (Threads/aall.ffi)

Denpasar, SUARA PEMBARUAN  – Aksi sekelompok mahasiswa yang mengerjakan tugas kuliah di sebuah kafe di kawasan Renon, Bali, menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah terekam membawa printer ke dalam area kafe.

Peristiwa tersebut viral setelah diunggah oleh sejumlah pengguna Threads pada Jumat (19/6/2026). Dalam unggahan yang ramai dibagikan, terlihat beberapa mahasiswa memanfaatkan fasilitas kafe sebagai tempat mengerjakan tugas dengan membawa perlengkapan tambahan berupa printer.

Salah satu unggahan yang pertama kali menarik perhatian publik berasal dari akun @__iaro. Pemilik akun mengaku terkejut melihat rombongan mahasiswa yang datang ke coffee shop dengan membawa perangkat printer layaknya berada di ruang kerja atau tempat percetakan.

Unggahan lain dari akun @aall.ffi kemudian memperlihatkan detail lebih lanjut mengenai situasi tersebut. Dalam keterangannya, ia menyebut kelompok mahasiswa itu membawa dua unit printer sekaligus dan menggunakan tiga meja yang berada di dekat sumber listrik.

Menurutnya, aktivitas mencetak dokumen berlangsung cukup lama sehingga suara printer terus terdengar di dalam kafe. Ia juga mengaku sempat mendengar candaan dari kelompok tersebut mengenai penggunaan listrik di lokasi.

Situasi itu disebut sempat mengundang perhatian pelanggan lain. Bahkan, menurut unggahan tersebut, salah seorang pengunjung dikabarkan menegur kelompok mahasiswa karena merasa terganggu dengan penggunaan fasilitas yang dianggap berlebihan.

Meski demikian, polemik yang muncul di media sosial akhirnya direspons oleh pihak yang bersangkutan. Berdasarkan unggahan lanjutan dari pemilik akun, kelompok mahasiswa tersebut telah menyampaikan permintaan maaf melalui perantara.

Peristiwa ini kemudian memicu diskusi lebih luas mengenai etika penggunaan fasilitas umum, khususnya di kafe yang kini sering dimanfaatkan sebagai tempat bekerja maupun belajar.

Banyak warganet menilai membawa perangkat seperti printer dan menggunakan beberapa meja sekaligus dapat mengurangi kenyamanan pelanggan lain. Sebagian juga mengkhawatirkan praktik tersebut dapat berdampak pada kebijakan kafe terhadap pelanggan yang bekerja jarak jauh atau mengerjakan tugas dalam waktu lama.

Sejumlah komentar menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara kebutuhan belajar dan menghormati ruang publik yang digunakan bersama. Warganet berpendapat bahwa bekerja atau mengerjakan tugas di kafe merupakan hal yang wajar selama dilakukan dengan mempertimbangkan kapasitas tempat, penggunaan fasilitas, serta kenyamanan pengunjung lainnya.

Di sisi lain, beberapa pengguna media sosial menilai insiden tersebut dapat menjadi pembelajaran mengenai pentingnya etika saat memanfaatkan fasilitas komersial, termasuk penggunaan listrik, meja, dan ruang yang disediakan oleh pelaku usaha.

Hingga kini, unggahan mengenai peristiwa tersebut terus menjadi perhatian publik. Utas yang membahas aksi mahasiswa membawa printer ke kafe itu telah memperoleh lebih dari 17 ribu tanda suka dan ribuan komentar dari pengguna media sosial yang turut memberikan pandangan mereka terkait batas wajar penggunaan fasilitas di ruang publik.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

UGM Raih Pendanaan Riset PKM Terbanyak Nasional

Selasa, 2 Juni 2026 | 19:42 WIB
X