Semarang, SUARA PEMBARUAN – Wajah baru perpustakaan hadir di Kota Semarang. Pemerintah Kota melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) membangun gedung perpustakaan modern empat lantai di kawasan Srondol, Kecamatan Banyumanik, lengkap dengan konsep ruang baca yang nyaman hingga area nongkrong ala kafe.
Berdiri di atas lahan seluas 1.019 meter persegi, gedung ini dirancang tak sekadar tempat meminjam buku, tetapi juga menjadi ruang publik kreatif bagi masyarakat.
Kepala Dinas Arpus Kota Semarang, Bambang Suranggono, menjelaskan setiap lantai memiliki fungsi berbeda. Area basement disiapkan untuk parkir, lantai pertama difokuskan pada layanan peminjaman buku, sementara lantai dua menghadirkan ruang baca, ruang budaya, mini kafe, serta co-working space.
Pengunjung juga bisa menikmati ruang audio visual di lantai tiga untuk pemutaran film pendek atau film adaptasi buku. Di bagian atas, rooftop disediakan sebagai tempat diskusi terbuka atau kegiatan komunitas.
“Konsepnya dibuat senyaman mungkin. Orang bisa baca buku, diskusi, bahkan ngopi. Ada mini kafe dan rooftop juga,” ujar Bambang, Senin (2/2).
Perpustakaan ini ditargetkan mampu menarik 350 hingga 400 pengunjung per hari. Khusus ruang audio visual, kapasitasnya mencapai 80 orang.
Jam operasional pun diperpanjang, mulai pukul 08.00 hingga 21.00 WIB, dengan sistem kerja petugas secara shift. Bahkan, sejumlah staf disiapkan memiliki kemampuan bahasa asing untuk melayani pengunjung mancanegara, mengingat koleksi buku tersedia dalam berbagai bahasa seperti Inggris, Arab, Mandarin, hingga Jepang.
Untuk pembangunannya, tahap pertama berupa struktur gedung rampung Desember 2025 dengan anggaran Rp200 juta dari APBD dan Rp7,8 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN. Tahap kedua mencakup interior, furnitur, dan penambahan koleksi buku dengan anggaran Rp5,3 miliar dari APBD.
Desain interior mengusung nuansa lokal khas Semarang atau “njawani” sebagai identitas kota. Proses lelang interior ditargetkan selesai dalam waktu dekat, sehingga seluruh fasilitas diproyeksikan siap digunakan secara penuh pada pertengahan tahun.
Dengan konsep modern dan inklusif, perpustakaan ini diharapkan menjadi ruang belajar sekaligus tempat berkumpul baru bagi warga Semarang.
Artikel Terkait
Pemkot Semarang Segera Bangun Perpustakaan Daerah
Tingkatkan Semangat Literasi, Dinas Perpus dan Arda Bengkulu Gelar Lomba Perpustakaan OPD
4 Fakta Terkini Kasus Penutupan ‘Kampung Rusia’ di Bali: Dari Kafe Jadi Hotel Mewah
Polemik Royalti Lagu di Kafe, Istana: Pemerintah Akan Turun Tangan Cari Solusi Terbaik