SMAN 1 Pontianak Tolak Final Ulang LCC 4 Pilar MPR RI, Pilih Dukung SMAN 1 Sambas ke Nasional

Photo Author
Rully Satriadi, Suara Pembaruan
- Kamis, 14 Mei 2026 | 22:10 WIB
SMAN 1 Pontianak menolak untuk mengikuti perlombaan ulang LCC 4 Pilar MPR Kalbar. (YouTube/MPR RI)
SMAN 1 Pontianak menolak untuk mengikuti perlombaan ulang LCC 4 Pilar MPR Kalbar. (YouTube/MPR RI)

 

 

Pontianak, SUARA PEMBARUAN - Kontroversi ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat masih terus menjadi perhatian publik nasional. Setelah polemik penilaian juri dan respons panitia viral di media sosial, pihak Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia akhirnya mengambil langkah dengan mengumumkan rencana pengulangan babak final.

Namun, keputusan tersebut mendapat respons berbeda dari pihak SMAN 1 Pontianak. Melalui pernyataan resmi yang diunggah di akun Instagram sekolah pada Kamis, 14 Mei 2026, SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan mengikuti pelaksanaan final ulang yang direncanakan MPR RI.

Pihak sekolah menegaskan bahwa langkah yang dilakukan selama polemik berlangsung semata-mata bertujuan untuk meminta klarifikasi dan memastikan proses perlombaan berjalan secara transparan serta objektif.

Dalam keterangannya, sekolah menyebut upaya tersebut merupakan bagian dari ikhtiar untuk menghadirkan mekanisme lomba yang akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan.

Meski menolak ikut final ulang, SMAN 1 Pontianak memastikan tetap menghormati hasil perlombaan yang telah ditetapkan sebelumnya. Mereka juga memberikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas sebagai wakil Kalimantan Barat pada ajang LCC 4 Pilar tingkat nasional.

Pihak sekolah menegaskan bahwa sejak awal mereka tidak memiliki tujuan untuk membatalkan hasil lomba. Fokus utama yang diperjuangkan adalah mendapatkan kejelasan atas sejumlah poin yang dinilai perlu diklarifikasi terkait proses penilaian dalam pertandingan final.

Sebelumnya, Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyampaikan bahwa babak final LCC 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat akan diulang dalam waktu dekat.

Menurut Ahmad Muzani, keputusan tersebut diambil sebagai bentuk evaluasi terhadap polemik yang berkembang di masyarakat. Ia menyebut penilaian pada final ulang nantinya akan dilakukan oleh juri independen dan diawasi langsung oleh pihak MPR RI dari awal hingga akhir perlombaan.

Dalam keterangannya di Gedung MPR RI pada Rabu, 13 Mei 2026, Ahmad Muzani juga menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang menyampaikan keberatan dan kritik terhadap jalannya lomba.

Ia menilai sikap peserta dalam menyampaikan protes merupakan bagian dari praktik demokrasi yang sehat dan perlu dihargai dalam dunia pendidikan.

Menurutnya, MPR RI akan terus melakukan evaluasi terhadap setiap kegiatan yang diselenggarakan serta membuka ruang terhadap berbagai masukan dari masyarakat agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X