Jayapura, SUARAPEMBARUAN – Administrator Apostolik Keuskupan Jayapura, Mgr. Yanuarius Teofilus Matopai You, menyatakan keterpukulannya yang mendalam atas meninggalnya pilot Nicholas F. Goselin. Dalam keterangan pers usai prosesi pemulangan jenazah, Mgr. Yanuarius menegaskan bahwa insiden ini merupakan tragedi kemanusiaan yang sulit diterima akal sehat.
“Selama lebih dari enam dekade, AMA hadir untuk melayani pendidikan, kesehatan, dan sosial di pedalaman. Kami menghadapi risiko cuaca, tetapi tindakan kejahatan manusia seperti ini sangat biadab dan tidak berperikemanusiaan,”ungkap Mgr. Yanuarius dengan nada sedih namun tegas.
Menanggapi tuduhan yang beredar di media sosial bahwa pesawat AMA digunakan untuk kepentingan militer, Mgr. Yanuarius membantah keras klaim tersebut. Ia menegaskan bahwa AMA adalah lembaga misi yang sepenuhnya netral dan independen.
“Kami berkomitmen penuh pada misi kemanusiaan. Tidak pernah ada kepentingan politik ataupun militer dalam pelayanan AMA. Tuduhan bahwa pesawat kami membawa amunisi atau aparat keamanan tidak benar sama sekali,” tegasnya di Bandara Udara Sentani, Jumat (3/7/2026) malam, saat menjemput kedatangan jenasah Nicholas Goselin.
Kematian Nicholas Goselin dinilai sebagai kehilangan besar bagi masyarakat Papua yang bergantung pada akses udara untuk bertahan hidup di wilayah terpencil. PT AMA melalui Direktur Bob Kayadu dan para pilotnya juga hadir untuk memberikan penghormatan terakhir, menyerukan agar ruang kemanusiaan tetap dihormati di tengah konflik yang berkepanjangan.