Sekolah Rakyat Permanen Sukoharjo Siap Jalan, Jateng Kebut Penerimaan Siswa Tahun Ajaran Baru

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Kamis, 2 Juli 2026 | 17:09 WIB
Sekolah Rakyat permanen di Sukoharjo siap beroperasi tahun ajaran 2026/2027. Pemprov Jateng kebut penerimaan siswa sebelum 14 Juli.
Sekolah Rakyat permanen di Sukoharjo siap beroperasi tahun ajaran 2026/2027. Pemprov Jateng kebut penerimaan siswa sebelum 14 Juli.

Sukoharjo, SUARA PEMBARUAN Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, dipastikan siap menerima peserta didik baru pada tahun ajaran 2026/2027. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan operasional sekolah tersebut sudah mulai berjalan pada 14 Juli 2026, seiring dimulainya tahun ajaran baru.

Kesiapan itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar meninjau Sekolah Rakyat Sukoharjo, Kamis (2/7/2026).

Menurut Sumarno, dari sejumlah Sekolah Rakyat permanen yang tengah disiapkan di Jawa Tengah, fasilitas di Sukoharjo menjadi yang paling siap untuk dioperasikan. Sementara pembangunan sekolah serupa di daerah lain masih terus berproses.

“Posisinya tahun ajaran baru sudah harus dimulai, sehingga kita harus segera berproses untuk menerima siswanya,” kata Sumarno.

Ia menegaskan, dengan waktu yang semakin terbatas, seluruh proses penerimaan peserta didik dan persiapan operasional sekolah harus segera dirampungkan. Hingga kini, tercatat ada 16 Sekolah Rakyat di Jawa Tengah, baik yang berstatus rintisan maupun permanen. Pemerintah berharap sekolah-sekolah rintisan itu nantinya juga berkembang menjadi sekolah permanen.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar memastikan Sekolah Rakyat permanen di Sukoharjo akan mulai beroperasi tahun ini. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam merawat fasilitas yang telah dibangun.

“Perawatannya harus betul-betul disinergikan antara Kementerian Sosial dan pemerintah daerah, karena tanah ini milik pemerintah daerah,” ujarnya.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menambahkan, Sekolah Rakyat akan menggunakan kurikulum dengan pendekatan multi entry dan multi exit yang disusun bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Pola ini dinilai lebih fleksibel untuk menyesuaikan dengan beragam latar belakang dan kemampuan siswa.

“Kalau ada anak usia SD yang menyusul ingin masuk sekolah, nanti tetap bisa diakomodasi,” kata Agus.

Selain kurikulum yang fleksibel, tenaga pengajar juga diprioritaskan berasal dari daerah setempat. Untuk Sekolah Rakyat Sukoharjo, guru-guru yang disiapkan akan berasal dari Sukoharjo dan sekitarnya. Pemerintah juga menyiapkan fasilitas pendukung seperti asrama guru, hunian kepala sekolah, hingga guest house untuk orang tua siswa yang datang sewaktu-waktu.

Sekolah Rakyat permanen di Sukoharjo dibangun di atas lahan seluas 52.205 meter persegi dengan total luas bangunan mencapai 29.693 meter persegi. Kompleks pendidikan ini dilengkapi berbagai fasilitas, mulai dari gedung sekolah, asrama, guest house, lapangan basket, mini soccer, rusun guru, gedung serbaguna, rumah ibadah, masjid, kantin, dapur, hingga rumah genset.

Secara keseluruhan, sekolah ini memiliki kapasitas menampung 1.080 siswa dalam 30 rombongan belajar. Rinciannya terdiri atas 18 rombongan belajar tingkat SD untuk 540 siswa, 9 rombongan belajar tingkat SMP untuk 270 siswa, dan 9 rombongan belajar tingkat SMA untuk 270 siswa.*

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X