Fakta Sekolah Rakyat Prabowo : Hampir Seluruh Siswa Alami Masalah Kesehatan

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Kamis, 22 Januari 2026 | 05:49 WIB
JPP Promedia menggelar forum bersama Sekjen Kemensos, Robben Rico untuk mengenal lebih dekat tentang program Sekolah Rakyat. (Dok. Promedia)
JPP Promedia menggelar forum bersama Sekjen Kemensos, Robben Rico untuk mengenal lebih dekat tentang program Sekolah Rakyat. (Dok. Promedia)


Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Program Sekolah Rakyat yang dijalankan Kementerian Sosial (Kemensos) atas arahan Presiden Prabowo Subianto bertujuan membuka akses pendidikan layak bagi keluarga miskin dan miskin ekstrem di Indonesia.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyebut Sekolah Rakyat sebagai gagasan Presiden Prabowo untuk memuliakan keluarga prasejahtera sekaligus mendorong kebangkitan wong cilik.

Namun, dalam pelaksanaannya, Sekolah Rakyat juga mengungkap persoalan serius lain yang dihadapi anak-anak dari keluarga miskin, khususnya di bidang kesehatan. Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico dalam diskusi daring Jaringan Pemred Promedia (JPP), Selasa, 20 November 2026.

Rico menjelaskan, setiap calon siswa Sekolah Rakyat wajib menjalani pemeriksaan kesehatan sejak awal. Hasilnya cukup mengejutkan. Hampir seluruh siswa yang diperiksa diketahui tidak memiliki kebiasaan menyikat gigi.

Dari 7.409 anak yang diperiksa, sekitar 49 persen mengalami masalah gigi. Selain itu, ditemukan pula kasus anemia, gizi buruk, tuberkulosis, hepatitis, hingga gangguan kesehatan lainnya.

Karena sistem Sekolah Rakyat berbasis asrama, seluruh penyakit harus ditangani terlebih dahulu sebelum siswa tinggal bersama. Meski demikian, kondisi kesehatan tidak menjadi penghalang penerimaan siswa.

“Kami tetap menerima mereka, tapi penyakitnya harus ditangani dulu. Setelah sembuh, baru masuk asrama,” ujar Rico.

Ia menegaskan, akar persoalan kesehatan ini erat kaitannya dengan kondisi ekonomi keluarga. Berdasarkan standar BPS dan Bappenas, keluarga miskin ekstrem hanya memiliki pengeluaran sekitar Rp400 ribu per kapita per bulan, yang membuat pemenuhan gizi dan kesehatan dasar nyaris mustahil.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X