Sekolah Rakyat Prabowo: Jemput Bola Cari Anak Miskin Ekstrem Hingga ke Pelosok

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Kamis, 22 Januari 2026 | 05:52 WIB
Sekjen Kemensos, Robben Rico mengungkapkan kisah siswi yang bersekolah di SRMP 19 Efata Kupang, NTT. (Dok. Promedia)
Sekjen Kemensos, Robben Rico mengungkapkan kisah siswi yang bersekolah di SRMP 19 Efata Kupang, NTT. (Dok. Promedia)


Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Sekolah Rakyat menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak yang terjebak dalam kemiskinan. Program ini berada di bawah Kementerian Sosial (Kemensos) dan terintegrasi dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Berbeda dengan skema pendataan bantuan sosial, Kemensos menerapkan pendekatan khusus untuk menjaring anak-anak rentan yang berhak masuk Sekolah Rakyat. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Kemensos, Robben Rico, dalam forum daring Jaringan Pemred Promedia (JPP), Selasa, 20 Januari 2026.

Rico menjelaskan, meski sudah ada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), Kemensos tidak sepenuhnya bergantung pada data tersebut. Validasi lapangan tetap dilakukan karena data memiliki potensi kesalahan.

Pendamping PKH bersama pemerintah daerah melakukan penjangkauan langsung, menyusun profil calon siswa, hingga mengajukannya secara resmi dengan pengesahan kepala daerah.

Ia juga mengungkapkan masih ditemukannya anak-anak yang sama sekali belum tercatat di DTSEN. Salah satunya Alfiyanur, anak yang tinggal di kawasan hutan Katingan, Kalimantan Tengah, tanpa listrik dan luput dari pendataan.

Menurut Rico, kasus seperti ini cukup disertai surat keterangan dari pemerintah daerah agar anak tersebut dapat mengakses Sekolah Rakyat. Program ini secara khusus ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.



Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X