Jakarta, SUARA PEMBARUAN — Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto tidak hanya menghadirkan kebahagiaan bagi siswa dan keluarga penerima manfaat, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi para guru serta kepala sekolah yang terlibat.
Khaerunnisa, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Cirebon, Jawa Barat, menuturkan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat membuka peluang nyata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang layak. Menurutnya, dukungan penuh Presiden kepada anak-anak dari kelompok ekonomi terbawah memberi harapan baru akan masa depan yang lebih baik.
“Kalau tidak ada bantuan ini, mungkin mereka akan kehilangan kesempatan untuk memperbaiki hidupnya,” ujarnya dalam acara Pembekalan Guru dan Kepala Sekolah Rakyat di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Ia berharap program ini tidak berhenti hanya pada masa pemerintahan Prabowo, melainkan berlanjut di periode kepemimpinan berikutnya agar semakin banyak anak yang bisa meraih mimpi melalui pendidikan.
Sejalan dengan itu, Heri Nopal, Guru Pendidikan Agama Islam dari Sekolah Rakyat Terintegrasi 13 di Kabupaten Tanjung Jabung, Jambi, menyampaikan bahwa program ini turut menjadi motivasi bagi para guru untuk terus memperjuangkan pendidikan anak-anak dari keluarga prasejahtera. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Presiden atas perhatian besar yang diberikan kepada masyarakat berpenghasilan rendah.
“Semangat Pak Presiden memberi energi bagi kami untuk terus berjuang di Sekolah Rakyat. Kami para guru mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya,” ucap Heri.
Artikel Terkait
Hasbi dan Mimpi Sederhana dari Sekolah Rakyat: Ingin Haji-kan Orang Tua
Harapan Seorang Penjual Donat: Sekolah Rakyat Jadi Berkah Nyata untuk Keluarga Kecil
Sekolah Rakyat di Bengkulu, Putus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan
Sekolah Rakyat Berasrama di Rowosari: Komitmen Pemkot Semarang untuk Pendidikan Inklusif
Kemensos Bagikan 15 Ribu Laptop dan Seragam untuk Siswa Sekolah Rakyat, Saifullah Yusuf Pastikan Proses Bersih