Sekolah Rakyat Membuka Jalan Mimpi Akbar ke Dunia Data Sains

Photo Author
Philipus Anton, Suara Pembaruan
- Minggu, 19 April 2026 | 17:14 WIB
Akbar Varel Areva (17) dan rekan-rekannya di Sekolah Rakyat.(Ist)
Akbar Varel Areva (17) dan rekan-rekannya di Sekolah Rakyat.(Ist)

Bekasi, SUARA PEMBARUAN – Di balik hiruk pikuk jalanan Bantar Gebang, kisah seorang remaja bernama Akbar Varel Areva (17) menjadi bukti nyata bagaimana pendidikan mampu mengubah arah hidup. Putra seorang pengemudi ojek online ini sempat merasakan pahitnya putus sekolah karena keterbatasan ekonomi. Namun, kehadiran Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah membuka kembali pintu harapan, menyalakan mimpi yang sempat redup.

Sekolah Rakyat hadir sebagai program pendidikan berasrama gratis dari tingkat dasar hingga menengah atas, khusus bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Dengan fasilitas lengkap mulai dari seragam, buku, makanan, hingga asrama, sekolah ini dirancang untuk memutus rantai kemiskinan sekaligus memberikan akses pendidikan berkualitas. Di SRMA 13 Bekasi, Akbar kini kembali duduk di bangku kelas satu, menata langkah menuju cita-cita besarnya: menjadi seorang Data Science Analyst.

“Cita-cita saya menjadi Data Science Analyst,” ucap Akbar penuh keyakinan. Ia bahkan menargetkan melanjutkan pendidikan ke Massachusetts Institute of Technology (MIT), kampus bergengsi di Amerika Serikat yang dikenal sebagai pusat inovasi teknologi dunia.

Tes bakat yang ia jalani saat pertama masuk SRMA mengungkapkan kecenderungan Akbar pada bidang Explorer, Strategizer, dan Analyzer. Temuan ini membuatnya semakin mantap menekuni dunia analisis data. Dukungan guru dan teman-teman di sekolah memperkuat motivasi itu. “Guru saya selalu mendukung, begitu juga teman-teman yang terus memotivasi. Sekolah menyediakan akses internet dan fasilitas belajar yang membuat saya semakin percaya diri,” tambahnya.

Tak berhenti di kelas, Akbar aktif mengikuti ekstrakurikuler robotika yang disediakan sekolah. Dari sana ia belajar dasar pemrograman, algoritma, dan penerapan teknologi yang relevan dengan cita-citanya. Prestasinya pun tak main-main: ia pernah meraih medali nasional dalam Olimpiade Matematika, bukti bahwa potensi besar itu kini mendapat ruang untuk berkembang.

Selain aspek akademik, sistem asrama di Sekolah Rakyat menanamkan nilai disiplin, empati, dan kebersamaan. “Di sini tidak ada senioritas. Semua setara, prinsipnya cerdas bersama, tumbuh setara,” kata Akbar. Lingkungan yang egaliter ini membuat siswa merasa nyaman, sekaligus membentuk karakter yang kuat untuk menghadapi tantangan masa depan.

Kisah Akbar adalah cerminan dari tujuan besar Sekolah Rakyat: membuka kesempatan seluas-luasnya bagi anak-anak dari keluarga miskin untuk bermimpi dan mewujudkannya. Pemerintah berharap program ini tidak hanya melahirkan generasi cerdas, tetapi juga generasi yang mampu mengangkat harkat keluarga dan masyarakat.

Dengan langkah kecil yang kini ia tempuh di SRMA Bekasi, Akbar sedang menapaki jalan panjang menuju panggung dunia. Dari ruang kelas sederhana di Bantar Gebang, ia menatap MIT dengan penuh keyakinan. Sekolah Rakyat telah menyalakan kembali mimpi yang sempat padam, menjadikannya bukti bahwa pendidikan adalah kunci membuka masa depan yang lebih baik.

 

Editor: Fuska Sani Evani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X