BPJS Kesehatan Gandeng UIN Walisongo, Kampus Didorong Jadi Motor Literasi JKN

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Kamis, 2 Juli 2026 | 17:28 WIB
Penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Penyelenggaraan Tridarma Perguruan Tinggi dan optimalisasi Program JKN, antara BPJS Kesehatan dan UIN Walisongo Semarang, Rabu (1/7/2026).
Penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Penyelenggaraan Tridarma Perguruan Tinggi dan optimalisasi Program JKN, antara BPJS Kesehatan dan UIN Walisongo Semarang, Rabu (1/7/2026).



Semarang, SUARA PEMBARUANBPJS Kesehatan menggandeng UIN Walisongo Semarang untuk memperkuat literasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui jalur pendidikan tinggi. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Penyelenggaraan Tridarma Perguruan Tinggi dan optimalisasi Program JKN, Rabu (1/7/2026).

Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas edukasi jaminan kesehatan di lingkungan kampus sekaligus mendorong lahirnya riset, pengabdian masyarakat, dan inovasi kebijakan yang mendukung penguatan Program JKN.

Direktur Perencanaan dan Pengembangan BPJS Kesehatan, Sutopo Patria Jati, menegaskan keberhasilan Program JKN tidak bisa ditopang oleh BPJS Kesehatan semata. Menurut dia, perguruan tinggi punya posisi penting sebagai pusat ilmu pengetahuan sekaligus agen perubahan sosial yang mampu menanamkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya jaminan kesehatan.

“Keberhasilan Program JKN tidak hanya bergantung pada BPJS Kesehatan saja, tetapi juga membutuhkan peran dan dukungan dari seluruh ekosistem JKN, termasuk perguruan tinggi,” ujar Sutopo.

Melalui kerja sama ini, BPJS Kesehatan dan UIN Walisongo akan bersinergi dalam pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi itu juga diarahkan untuk memperluas kepesertaan JKN di kalangan sivitas akademika dan tenaga kependidikan.

Sutopo berharap kemitraan tersebut mampu melahirkan kajian ilmiah, inovasi, hingga rekomendasi kebijakan yang bermanfaat bagi pengembangan layanan BPJS Kesehatan. Di sisi lain, mahasiswa dan dosen diharapkan dapat berperan aktif sebagai agen edukasi untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya jaminan kesehatan.

Menurutnya, nilai gotong royong yang menjadi fondasi Program JKN juga perlu terus digaungkan secara masif. Salah satu jalur yang dinilai efektif adalah melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), ketika mahasiswa turun langsung ke tengah masyarakat.

“Mahasiswa yang sedang KKN bisa sekaligus memberikan edukasi tentang Program JKN. Kami juga membuka kesempatan bagi para dosen dan pendidik untuk terlibat melalui Program Call for Paper BPJS Kesehatan,” katanya.

Sementara itu, Rektor UIN Walisongo Semarang, Musahadi, menyebut kerja sama ini sangat relevan dengan karakter UIN Walisongo sebagai kampus Islam negeri yang menempatkan nilai-nilai agama sebagai fondasi pembelajaran. Menurut dia, pendekatan keagamaan bisa menjadi pintu masuk yang efektif untuk mengedukasi masyarakat soal pentingnya menjaga kesehatan dan memiliki jaminan kesehatan.

“Kami menyambut baik kerja sama ini. Kampus keagamaan seperti UIN Walisongo memiliki peran strategis karena masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang agamis dan dekat dengan nilai-nilai agama,” ujar Musahadi.

Ia menambahkan, edukasi mengenai pentingnya jaminan kesehatan dapat diperkuat melalui pendekatan nilai-nilai keagamaan. Dengan cara itu, masyarakat diharapkan memahami bahwa menjaga kesehatan, termasuk memiliki perlindungan jaminan kesehatan, merupakan bagian dari tanggung jawab yang juga diajarkan dalam agama.

Musahadi berharap nota kesepahaman ini tidak berhenti sebagai seremoni semata, melainkan benar-benar ditindaklanjuti dalam program nyata yang membawa manfaat luas bagi masyarakat.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X