Nasionalisme: Akar Perpecahan Umat
Disintegrasi Sudan hanyalah cermin dari kerusakan sistemik akibat racun nasionalisme yang disuntikkan ke tubuh dunia Islam pasca runtuhnya Khilafah Utsmaniyah tahun 1924. Barat dengan lihai menggantikan persatuan umat Islam dengan ide nation-state, sebuah konsep buatan mereka untuk memecah-belah kekuatan Islam.
Baca Juga: ITS dan SMUT Rusia, Kembangkan Kapal Cepat Hydrofoil
Pembentukan Liga Arab pada 22 Maret 1945 di Kairo — diinisiasi oleh Menlu Inggris, Antonie Eden — menjadi bukti bahwa proyek nasionalisme Arab adalah instrumen penjajahan yang dibungkus atas nama “persaudaraan”. Tujuannya jelas: menghalangi kebangkitan Khilafah Islamiyah.
Akibatnya, dunia Islam kini terpecah menjadi lebih dari 50 negara kecil, saling mencurigai, saling membatasi, dan sibuk mempertahankan “kemerdekaan semu”. Padahal, kemerdekaan sejati hanya dapat diraih bila umat Islam bersatu di bawah satu kepemimpinan yang menegakkan hukum Allah di muka bumi.
Membangun Kesadaran Politik Umat
Sudan adalah peringatan keras bagi dunia Islam. Selama umat Islam masih terjebak dalam sekat nasionalisme dan konflik internal, selama itu pula mereka akan menjadi sasaran empuk permainan politik global.
Yang dibutuhkan sekarang bukan sekadar seruan damai, tetapi kesadaran politik Islam — kesadaran untuk memahami siapa musuh sejati umat, siapa dalang di balik setiap konflik, dan ke mana arah perjuangan ini harus diarahkan.
Baca Juga: Jejak Padri dan Pembentukan Identitas Mandailing di Tengah Gelombang Sejarah (Bagian III)
Ketika kesadaran itu tumbuh, umat Islam akan menyadari bahwa satu-satunya jalan untuk keluar dari jerat perpecahan adalah persatuan dalam satu kepemimpinan Islam, sebagaimana dulu mereka bersatu di bawah naungan Khilafah.
Sebab hanya dengan persatuan itulah, kekuatan besar Islam akan kembali menjadi mimpi buruk bagi para penjajah. Dan mimpi buruk itu kini mulai mendekat, pelan tapi pasti — di tengah kebangkitan kesadaran umat di seluruh penjuru dunia Islam.
Artikel Terkait
Ray Rangkuti soal Fenomena “Jokowisasi”, Saat Mantan Presiden Terus Diulik Publik
Korban Tewas Elf Peziarah di Tanjakan Cae Bertambah, Polisi Telusuri Penyebab Kecelakaan Maut
IKN Masuki Tahap Kedua: Bangun Kawasan Legislatif dan Yudikatif, Dibiayai Rp273 Triliun dari Tiga Sumber
Turnamen Tenis Meja HUT Ke-2 Agramas, Wasga Raih Juara 1
Telkomsel Wujudkan Senyuman Anak Papua: Bantuan Tas, Alat Tulis, dan Orbit untuk Sekolah Rakyat di Jayapura-Biak
Gegara Terkendala Bahasa, Operator SPBU dan Warga Negara Asing Bersitegang
Pemprov Bengkulu Kejar Tunggakan Pajak Air Permukaan Rp 39 Miliar
Penataan Aset, Pemprov Bengkulu Launching Diseminasi QR Code Kendaraan Dinas
Peringati Hari Pahlawan, Pemprov Bengkulu Imbau Masyarakat Pasang Bendera Merah Setengah Tiang
Etawalin Sereal: Cerita tentang Minuman Sehat yang Menyatu dengan Ritme Hidup Modern