Gegara Terkendala Bahasa, Operator SPBU dan Warga Negara Asing Bersitegang

Photo Author
M Kiblat Said, Suara Pembaruan
- Senin, 3 November 2025 | 15:37 WIB
Sudah saatnya SPBU menyiapkan petugas yang mampu berbahasa asing agar kejadian di SPBU 74.92749 di Kabupaten Bone tak terulang. (Ist)
Sudah saatnya SPBU menyiapkan petugas yang mampu berbahasa asing agar kejadian di SPBU 74.92749 di Kabupaten Bone tak terulang. (Ist)

BONE - SUARA PEMBARUAN - Seorang warga asing bersitegang dengan petugas salah satu SPBU di Kabupaten Boine, Sulawesi Selatan (Sulsel) lantaran miss komunikasi, warga asing itu tak mengerti penjelasan petugas, sebaliknya, petugas tak mampu berbahasa asing.

Peristiwa tersebut bermula ketika warga negara asing itu datang untuk membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Jenis BBM Tertentu (JBT), namun tidak memiliki QR Code Subsidi Tepat sebagai syarat pembelian. Sesuai ketentuan, operator SPBU menolak melakukan pengisian BBM subsidi tersebut. Namun karena keterbatasan kemampuan berbahasa, penjelasan operator tidak dapat dipahami dengan baik oleh konsumen, sehingga terjadi perdebatan yang sempat menarik perhatian warga sekitarnya.

Pihak Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menegaskan bahwa pelayanan operator di SPBU 74.92749 Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, telah berjalan sesuai dengan prosedur, meskipun sempat terjadi misskomunikasi antara operator dan seorang warga negara asing yang tidak fasih berbahasa Indonesia.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, T. Muhammad Rum, menyampaikan bahwa meskipun secara prosedural tindakan operator sudah tepat, peristiwa tersebut menjadi pembelajaran tentang pentingnya kemampuan komunikasi dalam pelayanan publik, terutama terhadap konsumen lintas budaya.
“Kami memahami bahwa situasi ini terjadi murni karena kendala komunikasi. Operator sudah menjalankan aturan dengan benar, namun keterbatasan bahasa menyebabkan kesalahpahaman di lapangan. Kedepan Kami akan terus meningkatkan pelayanan” ujar Rum.

Rum juga menambahkan bahwa Pertamina akan memastikan ketersediaan BBM jenis Dexlite di SPBU setempat sebagai alternatif bagi konsumen pengguna kendaraan diesel nonsubsidi, mengingat SPBU terdekat yang menjual Dexlite berjarak sekitar 12 kilometer dari lokasi kejadian.

Pertamina Patra Niaga memandang kejadian ini sebagai momentum refleksi untuk memperkuat pelayanan publik yang lebih adaptif, inklusif, dan responsif terhadap keragaman konsumen. Di tengah meningkatnya mobilitas global, operator SPBU sebagai garda terdepan pelayanan perlu dibekali dengan kemampuan komunikasi lintas bahasa dan budaya, selain pemahaman terhadap aspek teknis dan regulasi.

Dengan langkah perbaikan berkelanjutan melalui pelatihan dan peningkatan fasilitas, Pertamina Patra Niaga berkomitmen menghadirkan pelayanan SPBU yang tidak hanya patuh prosedur, tetapi juga humanis dan berorientasi pada kepuasan pelanggan. (SP.news)

Editor: M Kiblat Said

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Rekomendasi

Terkini

X