Viral di TikTok, Ibu di Garut Minta Keadilan atas Dugaan Kekerasan Seksual Anak oleh Ayah Tiri

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Selasa, 7 Juli 2026 | 13:35 WIB
Menyoroti viralnya pengakuan seorang ibu terkait dugaan pencabulan ayah terhadap anak tiri di Garut, Jawa Barat. (TikTok.com/@tehaiopik)
Menyoroti viralnya pengakuan seorang ibu terkait dugaan pencabulan ayah terhadap anak tiri di Garut, Jawa Barat. (TikTok.com/@tehaiopik)

Garut, SUARA PEMBARUAN - Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Garut, Jawa Barat, menjadi sorotan publik setelah seorang ibu mengunggah permohonan bantuan melalui media sosial. Perempuan asal Desa Sancang, Kecamatan Cibalong itu mengaku tengah berjuang mencari kepastian hukum atas kasus yang diduga menimpa anaknya.

Permohonan tersebut disampaikan melalui akun TikTok pribadinya, @tehaiopik, pada Selasa (7/7/2026). Dalam video itu, sang ibu meminta bantuan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, agar kasus yang telah ia laporkan ke aparat penegak hukum dapat kembali mendapat perhatian.

“Tolong bantuannya sampaikan ke bapak Dedi Mulyadi, kasus sudah mentok,” ujar sang ibu dalam unggahannya.

Ia mengaku memilih bersuara di media sosial karena merasa proses penanganan perkara yang dilaporkannya belum menunjukkan perkembangan berarti. Langkah itu ditempuh demi memperjuangkan keadilan bagi anaknya yang disebut menjadi korban dugaan tindak kekerasan seksual oleh ayah tirinya.

Diakui Terjadi Saat Korban Masih Duduk di Sekolah Dasar

Dalam penuturannya, ibu tersebut menyebut dugaan kekerasan seksual terhadap anaknya berlangsung saat korban masih duduk di bangku sekolah dasar. Ia menyebut peristiwa itu terjadi dalam rentang waktu yang cukup panjang.

“Saya sudah melaporkan kasus anak saya yang dicabuli oleh suami saya, yaitu ayah tiri,” ujarnya.

Pengakuan itu memicu keprihatinan warganet. Banyak pihak kemudian ikut menyebarkan video tersebut dan meminta agar aparat segera memberikan kepastian hukum atas laporan yang telah diajukan keluarga korban.

Disebut Sudah Dilaporkan ke Polres Garut

Sang ibu mengungkapkan bahwa kasus itu telah dilaporkan ke Polres Garut sejak November 2025. Tak hanya itu, ia juga mengaku sempat menyampaikan langsung persoalan tersebut kepada Bupati Garut pada Februari 2026.

Namun hingga kini, menurut pengakuannya, proses hukum yang diharapkan belum menunjukkan titik terang. Ia mengaku belum memperoleh kepastian terkait tindak lanjut laporan yang telah diajukan.

“Kasus saya ini belum ada kepastian, apalagi kemajuan,” tuturnya.

Karena itu, ia meminta bantuan masyarakat luas agar suaranya bisa sampai kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi maupun Wakil Bupati Garut. Harapannya, ada perhatian lebih lanjut terhadap penanganan kasus yang menimpa anaknya.

Belum Ada Keterangan Resmi Polisi

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X