JKN Jadi Penopang Harapan Ibu di Salatiga Setia Dampingi Anak Lawan Talasemia

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Jumat, 9 Januari 2026 | 16:33 WIB
Safitri Yanti setia mendampingi putrinya, Andira, menjalani transfusi darah rutin. Program JKN menjadi harapan dan penopang keluarga melawan talasemia.
Safitri Yanti setia mendampingi putrinya, Andira, menjalani transfusi darah rutin. Program JKN menjadi harapan dan penopang keluarga melawan talasemia.

Semarang, SUARA PEMBARUAN – Kesehatan anak menjadi hal terpenting bagi setiap orang tua.Baca Juga: Materi Stand Up 'Mens Rea' Dinilai Picu Kegaduhan, Pandji Pragiwaksono Kirim Pesan ke Publik dan Pastikan Dirinya Baik-baik Saja

Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pun hadir sebagai sandaran utama perlindungan kesehatan keluarga Indonesia.

Hal itu dirasakan langsung oleh Safitri Yanti, ibu asal Salatiga, yang mengandalkan JKN saat mendampingi putrinya, Andira Naifa Fadila, berjuang melawan talasemia.Baca Juga: IFG Raih Akreditasi Global EFMD, Corporate University Diakui Berkelas Dunia

Sudah hampir enam tahun Andira didiagnosis talasemia, penyakit genetik yang memengaruhi produksi sel darah merah sehingga pasokan oksigen ke tubuh terganggu.

Gejala awal muncul saat Andira berusia sekitar 18 bulan, mulai dari batuk pilek berkepanjangan, demam tak kunjung reda, mimisan, tubuh lemas, hingga wajah yang semakin pucat.Baca Juga: Mahfud MD Tegaskan Candaan Pandji di Show Mens Rea Tak Bisa Dipidana KUHP Baru

Melihat kondisi sang anak yang terus menurun dan pertumbuhannya tertinggal dibandingkan teman seusia, Yanti segera membawa Andira ke puskesmas.

Dari hasil pemeriksaan, Andira dirujuk ke RSUD Salatiga dan kemudian ke RSUP dr. Kariadi Semarang untuk menjalani transfusi darah dan perawatan intensif.Baca Juga: Podcast Ahok–Denny Sumargo Sempat Hilang, Bahas Politik hingga Kebebasan Ekspresi

Sejak itu, Yanti rutin menemani Andira menjalani transfusi darah setiap bulan ke Semarang. Hujan maupun panas tak menjadi halangan.

Ia mengaku sangat terbantu dengan kehadiran JKN, terutama dalam hal pembiayaan, terlebih kini keluarga hanya mengandalkan penghasilan suami setelah Yanti memilih berhenti bekerja demi merawat anaknya.Baca Juga: Rest Area Jateng–DIY Jadi Primadona Nataru, Modular BBM & Serambi MyPertamina Diserbu Pemudik

Tak hanya soal biaya, Yanti juga mengapresiasi pelayanan kesehatan yang diterimanya.

Mulai dari puskesmas hingga rumah sakit, proses administrasi dan tindakan medis berjalan lancar tanpa pungutan biaya. Pelayanan tenaga medis yang responsif dan informatif membuat kondisi Andira kini jauh lebih stabil dan ceria.Baca Juga: FK UNDIP Tanamkan Nilai HAM Sejak Awal, 171 Dokter Spesialis Ikuti PKKMB

Yanti berharap Program JKN terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Baginya, JKN bukan sekadar program jaminan kesehatan, melainkan sumber kekuatan dan harapan bagi keluarga yang tengah berjuang.Baca Juga: Lanjutkan Program 1.000 Jalan Mulus, Pemkot Bengkulu Alokasikan Dana Infrastruktur Rp 200 Miliar

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

GMTD Perkuat Peran Kader Posyandu di Makassar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:47 WIB
X