Semarang, SUARA PEMBARUAN — Untuk memastikan kualitas layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada tahun 2026, BPJS Kesehatan Kantor Cabang Semarang kembali melaksanakan rekredensialing bagi fasilitas Baca Juga: FSRU Lampung Terima Kargo LNG ke-20, Pasokan Energi Bersih untuk Nasional Tetap Terjagakesehatan yang bermitra, termasuk Rumah Sakit K.R.M.T Wongsonegoro.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Sari Quratul Ainy, menjelaskan bahwa rekredensialing adalah evaluasi menyeluruh atas faskes yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, guna memastikan pelayanan kepada peserta tetap optimal.
“Proses rekredensialing sudah kami mulai sejak triwulan akhir 2025 untuk menilai kelayakan faskes, menjaga mutu layanan, serta memastikan standar dan kelengkapan perangkat memadai untuk tahun mendatang,” ujarnya pada Selasa (18/11).Baca Juga: TUNE Gelar ToT Perdana tentang Green Jobs, Siapkan Pelatih Unggul Menuju Kampus Ramah Lingkungan
Berbagai aspek menjadi fokus penilaian, mulai dari sarana-prasarana ruang dan gedung, peralatan medis, administrasi dan sistem layanan, hingga sumber daya manusia seperti penyesuaian jadwal dokter dan kebutuhan tenaga medis tambahan.
Tim BPJS Kesehatan turun langsung ke lapangan untuk memastikan proses penilaian tepat sasaran dan dapat segera ditindaklanjuti.Baca Juga: PNM Buka Peluang Pendidikan Lebih Luas untuk Anak Nasabah di Seluruh Indonesia
Hingga kini, rekredensialing telah dilakukan pada 353 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 24 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) di Kota Semarang dan Kabupaten Demak.
Targetnya, seluruh rekredensialing rampung pada pekan keempat November sehingga perjanjian kerja sama baru bisa diteken pada Desember untuk faskes yang memenuhi syarat.Baca Juga: Pesan JK kepada Siswa Lab School Cirendeu, Pentingnya Disiplin, Ilmu, dan Kerja Keras
Plt Direktur RS K.R.M.T Wongsonegoro, Mochamad Abdul Hakam, menyampaikan apresiasi terhadap langkah BPJS Kesehatan.
Ia menilai rekredensialing memberi dampak positif bagi manajemen rumah sakit, terutama dalam peningkatan kualitas layanan dan kinerja internal.Baca Juga: Kolaborasi UNSRI–UNDIP Resmi Dimulai, Riset Lahan Rawa hingga Teknologi Terapung Dibahas dalam Program WCU
Rumah sakit juga terus melakukan evaluasi, terutama pada layanan rawat jalan, serta memperkuat sinergi SDM melalui penyesuaian jadwal praktik dokter.
Hakam berharap kolaborasi antara BPJS Kesehatan, rumah sakit, dan dinas kesehatan dapat semakin solid.Baca Juga: Prabowo Tegaskan Stop Korupsi dan Kebocoran Kekayaan Negara: RI Harus Untung, Bukan Segelintir Orang
“Sinergi yang baik akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui layanan kesehatan yang berkualitas dan mudah diakses,” ujarnya.
Pihaknya berharap agar kerja sama antarlembaga terus berjalan harmonis demi pelayanan kesehatan yang paripurna.*Baca Juga: Skandal Kuota Haji Makin Melebar: KPK Periksa 10 Bos Travel, Isyarat Tersangka Makin Dekat
Artikel Terkait
BPJS Kesehatan Dorong Pemanfaatan Autodebet untuk Permudah Peserta JKN Bayar Iuran
Siswa SMAN 4 Semarang Raih Gelar Duta Muda BPJS Kesehatan, Siap Gaungkan Edukasi JKN ke Generasi Milenial
Pemerintah Kaji Pemutihan Tunggakan BPJS Kesehatan Rp10 Triliun untuk Peserta Tak Mampu
Pemerintah Siapkan Pemutihan Iuran BPJS Kesehatan, Cak Imin Imbau Peserta Siap Registrasi Ulang
BPJS Kesehatan Semarang Tunggu Regulasi Penghapusan Tunggakan Peserta