Keluarga Tersangka Jual Perhiasan demi Bertahan Hidup
Dalam kesempatan yang sama, istri tersangka Mangapul mengaku ekonomi keluarganya dibantu oleh kakak ipar untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Selain itu, Marta juga rela menjual perhiasan yang dimiliki olehnya untuk bisa bertahan hidup saat sang suami tidak lagi mendapatkan gaji akibat tersandung kasus suap Ronald Tannur.Baca Juga: Pemkot Bengkulu Jamin Berobat Gratis Puluhan Ribu Warga Tidak Mampu
"Saya minta bantuan sama kakak, kakak saya juga ada. Kakak ipar juga tolong saya dibantu," ungkap Marta.
"Nanti kalau saya ada uang, namanya ibu-ibu ada kecil-kecil kita punya perhiasan itu kita geser supaya bisa bertahan. Karena sekarang untuk membayar uang kuliah juga anak-anak," tandasnya.
MA Berusaha Keras 'Menguntit' Hakim
Dalam kesempatan berbeda, Mahkamah Agung (MA) pernah menyatakan usahanya untuk mengawasi tindakan para hakim meskipun tidak bisa menguntit atau mengikutinya selama 24 jam.Baca Juga: Mengapa Makan Bergizi Gratis di Kendari Masih Pakai Uang Pribadi Prabowo? Ini Alasannya!
Pernyataan itu disampaikan Juru Bicara MA, Yanto untuk merespons praktik suap atas vonis bebas terdakwa kasus pembunuhan Ronald Tannur yang melibatkan tiga hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.
"Pertanyaannya, kenapa masih kecolongan? Kami tidak selalu menguntit (hakim). 24 jam dikuntit, tidak mungkin. Tentunya, dia juga lebih pintar," kata Yanto dalam jumpa pers di Gedung MA, Jakarta, Kamis, 2 Januari 2025.Baca Juga: Biaya Haji 2025 Turun! Intip Perbandingan dari Tahun Lalu hingga Cerita Menag Soal Prabowo
Yanto mengklaim, MA telah berusaha keras dalam mengawasi dengan melakukan pengawasan melalui Badan Pengawasan, Sistem Pengawasan, maupun oleh pimpinan secara langsung.
"Jadi, Mahkamah Agung itu sudah begitu rapatnya membentengi aparaturnya. Karena bisa dibandingkan dengan lembaga lain, di Mahkamah Agung itu ada lima rambu-rambu," klaimnya.
Selain itu, Yanto menjelaskan dua rambu tersisa adalah pengawasan oleh Komisi Yudisial dan Satuan Tugas yang berkeliling di pengadilan.Baca Juga: Pemain Timnas Susah Move On saat Ditinggal STY: Cerita Ernando yang Diminta Operasi Bahu hingga Jadi Sosok Berharga Bagi Rizky Ridho
"Apalagi sekarang pimpinan kami yang baru, Sunarto, sudah punya kebijakan yang kalau turun ke bawah tidak boleh dilayani, dan disambut secara berlebihan," jelas Yanto.
"Bahkan beliau tidak bersedia di bandara disediakan VIP. Mudah-mudahan hal tersebut juga bisa menambah kesadaran bagi oknum-oknum yang masih negatif,” tandasnya.Baca Juga: Dibawah Pelatih Baru, Timnas Bakal Meroket atau Merosot? Ini Sepak Terjang STY Bawa Garuda Naik 46 Peringkat di Ranking FIFA!
Lima Aparatur PN Surabaya Kena Sanksi Disiplin Berat
Artikel Terkait
Kasus Suap Mantan Walikota Yogya hanya sebuah Triger
KPK dan Pemprov Bengkulu Dorong BUMD Hapus Praktik Suap
Hakim Tuntut Peningkatan Kesejahteraan, IKA Unhas Mendukung
Yophi Prabowo - Lukman Hakim Dilaporkan ke Bawaslu atas Dugaan Berkampanye di Tempat Ibadah
Mahfud Puji Ketegasan Menteri Amran Mencopot Anak Buah Penerima Suap
Namanya Disebut dalam Skandal Suap Hasto Kristiyanto, Jokowi: Saya Pensiunan!