Purworejo, SUARA PEMBARUAN – Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Purworejo nomor urut 01, Yophi Prabowo dan Lukman Hakim dilaporkan ke Bawaslu Purworejo atas dugaan pelanggaran Pidana Pemilihan. Hal itu karena diduga telah melakukan kampanye di sebuah rumah ibadah.
Kampanye tersebut melanggar Pasal 69 huruf i UU 8 Tahun 2015 terkait larangan kampanye di rumah ibadah.
Jika terbukti melakukan kampanye di rumah ibadah, pihak terlapor terancam sanksi yang terdapat pada Pasal 187 ayat 3 UU 1 Tahun 2015 yakni kurungan penjara paling lama 6 bulan.
Laporan dilakukan oleh relawan Semut Ijo ke kantor Bawaslu Purworejo pada Kamis (24/10), dan sudah diterima oleh pihak Bawaslu.
“Kita melaporkan dugaan pelanggaran Pilkada di Kabupaten Purworejo. Melakukan kampanye di tempat ibadah, di Klenteng (belakang pasar Baledono),” kata Tjahjono, pengacara pelapor.
Lebih lanjut, Tjahjono mengatakan bahwa pihak yang dilaporkan adalah pasangan calon langsung, atau Yophi Prabowo dan Lukman Hakim.
“Pasalnya (yang dilanggar) sudah ada dalam laporannya. Terlapor paslon,” ucapnya.
Pihaknya berharap laporan ini bisa segera ditindaklanjuti oleh Bawaslu.
Dia tidak ingin kondusifitas Kabupaten Purworejo terganggu dengan adanya kampanye yang tidak sesuai aturan, apalagi terkait dengan agama, dalam hal ini adalah rumah ibadah.
“Harapannya sebagai pembelajaran saja ya, agar proses Pilkada di Purworejo kondusif. Kami tidak ingin ada kampanye hitam. Nanti prosesnya dari Bawaslu, kita sudah laporkan, sudah diterima Bawaslu laporannya,” terangnya.
Mad Fauzi, Ketua Relawan Semut Ijo mengatakan, pihaknya tidak ingin ada huru hara di Kabupaten Purworejo, terutama terkait isu SARA.
Menurutnya, kampanye di rumah ibadah adalah tindakan yang tidak bisa ditolerir.
Menurutnya, paslon 01 sangat jelas berfoto bersama dengan beberapa warga, dan mengacungkan jari yang juga diikuti juga oleh warga, di sebuah Klenteng di Kelurahan Baledono, Purworejo, pada 17 Oktober 2024.
“Purworejo ini sangat sensitif soal SARA, dan salah satu calon itu berkampanye di tempat ibadah, dan disitu sudah jelas, berpose jari menandakan sebuah dukungan. Kami dari relawan melaporkan adanya dugaan pelanggaran kampanye,” katanya.
Artikel Terkait
KPU Ajak Jurnalis di Bengkulu Suksekan Pilkada Serentak 2024
Pilkada 2024, Politisi Golkar M Soleh Ajak Masyarakat Pilih Paslon Bapati-Wabup Benteng Rachmat-Tarmizi
1.297.910 Surat Suara Pilgub Jateng Tiba di Kota Semarang, Mbak Ita Harap Tahapan Pilkada Berjalan Lancar
Hadiri Rapat Konsolidasi Tertutup, Megawati Serukan Menangkan Calon yang Diusung dalam Pilkada Jateng