SUARA PEMBARUAN - Penemuan 59 titik ladang ganja di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) merupakan hasil dari kolaborasi erat antara Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dan Kepolisian RI.Baca Juga: Komitmen BPJS Kesehatan, Sediakan Akses Layanan JKN Tetap Beroperasi Selama Libur Lebaran 2025
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa upaya ini dilakukan dengan pemanfaatan teknologi modern seperti drone untuk pemetaan area dan pendeteksian lokasi-lokasi mencurigakan.
“Pakai drone segala macam, dan itu tidak terkait dengan penutupan taman nasional. Kan isunya ‘oh ditutup supaya ganjanya tidak ketahuan’,” ujar Raja Antoni pada Selasa 18 Maret 2025.Baca Juga: Taruna Ikrar Harapkan Rakernas BPOM Makin Pro Rakyat dan Mudahkan Dunia Usaha
“Justru dengan drone, dan teman-teman di Taman Nasional yang menemukan titiknya bersama Polhut, itu kita cabut dan menjadi barang bukti yang kita bawa ke polisi,” jelasnya.
Menteri Kehutanan juga memastikan bahwa staf TNBTS tidak terlibat dalam penanaman ganja tersebut.
“InsyaAllah staf kami tidak ada yang begitu, ada juga paling nanam singkong,” tambahnya.Baca Juga: Meski Efisiensi, Gubernur Helmi : Pembangunan di Bengkulu Terus Maju
Kerja sama ini menunjukkan sinergi antara lembaga konservasi dan aparat penegak hukum dalam menjaga kelestarian taman nasional dari penyalahgunaan lahan untuk aktivitas ilegal.
Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, juga menegaskan bahwa ladang ganja ini tidak berada di jalur wisata Gunung Bromo maupun jalur pendakian Gunung Semeru.
“Jalur pendakian Gunung Semeru berada di sisi selatan dengan jarak sekitar 13 kilometer, sementara jalur wisata Gunung Bromo berada di sisi barat dengan jarak sekitar 11 kilometer,” jelas Rudi di waktu yang bersamaan.Baca Juga: Pemerintahan Helmi-Mian Targetkan Selama Tiga Tahun Seluruh Desa di Bengkulu Terima Bantuan Ambulan
Lokasi ladang ganja yang berada di sisi timur kawasan TNBTS membuat proses pengawasan menjadi lebih sulit karena area tersebut ditutupi semak belukar yang lebat dan berada di kemiringan yang curam.
Namun, dengan bantuan drone dan kerja sama berbagai pihak, area tersebut berhasil diungkap.
Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kemenhut, Satyawan Pudyatmoko, menuturkan bahwa petugas TNBTS turut serta dalam operasi ini dengan menurunkan Polisi Hutan dan Manggala Agni.Baca Juga: KPU Bengkulu Sampaikan Apresiasi Atas Kontribusi Semua Pihak Sukseskan Pilkada Serentak 2024
Mereka membantu proses investigasi dan penyisiran ladang ganja bersama dengan pihak kepolisian.
“Karena ladang ganja itu biasanya ditanam di tempat-tempat yang relatif sulit untuk ditemukan,” ujar Setyawan pada Selasa 18 Maret 2025.
Artikel Terkait
Kawasan Gunung Bromo Kembali Terbakar
Di atas Bukit Cinta B29, Bisa Terlihat Kaldera Bromo, Gunung Arjuno dan Raung
Polda DIY Ungkap Jaringan Peredaran Ganja Jogja-Medan-Aceh
Ladang Ganja Seluas 600 Meter di Distrik Waris
Taruna Ikrar: BPOM Berkontribusi Ungkap Penangkapan Ganja-Sabu Rp 1 Triliun, Sitaan Desk Berantas Narkoba