Dedi Mulyadi Desak Polisi Bongkar Misteri Satpam Waduk Jatiluhur Tewas Terborgol

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Selasa, 28 Juli 2026 | 19:24 WIB
Penyelesaian kasus satpam yang ditemukan meninggal dunia di Waduk Jatiluhur. (Instagram/dedimulyadi17)
Penyelesaian kasus satpam yang ditemukan meninggal dunia di Waduk Jatiluhur. (Instagram/dedimulyadi17)

Purwakarta, SUARA PEMBARUAN  – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta Polres Purwakarta bergerak cepat mengungkap kasus kematian Sumarna (41), petugas keamanan kawasan Waduk Jatiluhur yang ditemukan meninggal dunia dengan kedua tangan terborgol.

Permintaan itu disampaikan Dedi setelah menerima laporan perkembangan penyelidikan dari jajaran Polres Purwakarta. Hingga kini, penyidik telah memeriksa sedikitnya 15 orang saksi untuk mengungkap penyebab kematian korban.

Dalam laporannya, pihak kepolisian menyebut penyidik juga telah mengamankan rekaman kamera pengawas (CCTV) yang berada di luar kawasan Waduk Jatiluhur serta mendalami berbagai kemungkinan yang berkaitan dengan latar belakang korban.

"CCTV di luar sekitaran waduk sudah kami amankan. Kemudian ada hipotesis atau kemungkinan berkaitan dengan korban, seperti masalah pribadi atau keluarga, yang sudah kami dalami," ujar perwakilan Polres Purwakarta dalam video yang diunggah melalui akun Instagram Dedi Mulyadi, Selasa (28/7/2026).

Meski demikian, penyelidikan menghadapi kendala karena minimnya kamera pengawas di dalam kawasan Waduk Jatiluhur. Polisi mengaku tidak menemukan CCTV yang dapat merekam aktivitas di lokasi utama kejadian sehingga harus menelusuri rekaman dari jalan raya dan area di luar waduk.

"Itu kendala kami, karena di seputaran tidak ditemukan CCTV. Namun, kami mencari CCTV di luar, di jalan raya," ujar pihak kepolisian.

Menanggapi hal tersebut, Dedi Mulyadi menilai minimnya sistem pengawasan di kawasan Waduk Jatiluhur merupakan kelemahan yang harus segera dibenahi oleh pengelola.

Menurutnya, sebagai salah satu objek vital yang berperan dalam penyediaan air bagi wilayah Bekasi, Karawang hingga Jakarta, kawasan waduk seharusnya dilengkapi sistem keamanan modern, termasuk jaringan CCTV yang memadai dan pusat kendali atau command center yang beroperasi selama 24 jam.

Selain persoalan kamera pengawas, Dedi juga menyoroti kondisi penerangan di kawasan waduk yang dinilai masih minim sehingga berpotensi menghambat pengawasan maupun proses penyelidikan ketika terjadi insiden.

Dalam kesempatan tersebut, Dedi meminta kepolisian bekerja maksimal agar pelaku dapat segera diungkap.

"Yang jelas, optimis bisa tangkap pelakunya ya?" tanya Dedi kepada penyidik.

"Optimis bisa," jawab salah seorang anggota Polres Purwakarta.

Kasus kematian Sumarna menjadi perhatian publik setelah jasadnya ditemukan mengambang di perairan Waduk Jatiluhur pada Jumat (24/7/2026). Saat dievakuasi, korban masih mengenakan seragam petugas keamanan dan kedua tangannya dalam kondisi terborgol.

Hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab kematian korban dengan mengumpulkan barang bukti, memeriksa belasan saksi, menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi kerja korban, serta menunggu hasil lengkap pemeriksaan autopsi untuk mengungkap fakta di balik kematian satpam tersebut.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X