Purwakarta, SUARA PEMBARUAN – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta Polres Purwakarta bergerak cepat mengungkap kasus kematian Sumarna (41), petugas keamanan kawasan Waduk Jatiluhur yang ditemukan meninggal dunia dengan kedua tangan terborgol.
Permintaan itu disampaikan Dedi setelah menerima laporan perkembangan penyelidikan dari jajaran Polres Purwakarta. Hingga kini, penyidik telah memeriksa sedikitnya 15 orang saksi untuk mengungkap penyebab kematian korban.
Dalam laporannya, pihak kepolisian menyebut penyidik juga telah mengamankan rekaman kamera pengawas (CCTV) yang berada di luar kawasan Waduk Jatiluhur serta mendalami berbagai kemungkinan yang berkaitan dengan latar belakang korban.
"CCTV di luar sekitaran waduk sudah kami amankan. Kemudian ada hipotesis atau kemungkinan berkaitan dengan korban, seperti masalah pribadi atau keluarga, yang sudah kami dalami," ujar perwakilan Polres Purwakarta dalam video yang diunggah melalui akun Instagram Dedi Mulyadi, Selasa (28/7/2026).
Meski demikian, penyelidikan menghadapi kendala karena minimnya kamera pengawas di dalam kawasan Waduk Jatiluhur. Polisi mengaku tidak menemukan CCTV yang dapat merekam aktivitas di lokasi utama kejadian sehingga harus menelusuri rekaman dari jalan raya dan area di luar waduk.
"Itu kendala kami, karena di seputaran tidak ditemukan CCTV. Namun, kami mencari CCTV di luar, di jalan raya," ujar pihak kepolisian.
Menanggapi hal tersebut, Dedi Mulyadi menilai minimnya sistem pengawasan di kawasan Waduk Jatiluhur merupakan kelemahan yang harus segera dibenahi oleh pengelola.
Menurutnya, sebagai salah satu objek vital yang berperan dalam penyediaan air bagi wilayah Bekasi, Karawang hingga Jakarta, kawasan waduk seharusnya dilengkapi sistem keamanan modern, termasuk jaringan CCTV yang memadai dan pusat kendali atau command center yang beroperasi selama 24 jam.
Selain persoalan kamera pengawas, Dedi juga menyoroti kondisi penerangan di kawasan waduk yang dinilai masih minim sehingga berpotensi menghambat pengawasan maupun proses penyelidikan ketika terjadi insiden.
Dalam kesempatan tersebut, Dedi meminta kepolisian bekerja maksimal agar pelaku dapat segera diungkap.
"Yang jelas, optimis bisa tangkap pelakunya ya?" tanya Dedi kepada penyidik.
"Optimis bisa," jawab salah seorang anggota Polres Purwakarta.
Kasus kematian Sumarna menjadi perhatian publik setelah jasadnya ditemukan mengambang di perairan Waduk Jatiluhur pada Jumat (24/7/2026). Saat dievakuasi, korban masih mengenakan seragam petugas keamanan dan kedua tangannya dalam kondisi terborgol.
Hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab kematian korban dengan mengumpulkan barang bukti, memeriksa belasan saksi, menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi kerja korban, serta menunggu hasil lengkap pemeriksaan autopsi untuk mengungkap fakta di balik kematian satpam tersebut.
Artikel Terkait
Petugas Gabungan Fokus Evakuasi Korban dan Kejar Pelaku Pembunuhan Pendulang Emas di Awimbon
Satgas Ops Damai Cartenz Limpahkan Tersangka Pembunuhan dan Penembakan ke Kejari Jayawijaya
Viral Video Tragedi Yahukimo, Kodam Cenderawasih Kutuk Dugaan Pembunuhan Tiga Warga Sipil
Tokoh Pemuda Papua Kecam Pembunuhan Warga Sipil di Yahukimo, Dukung Penegakan Hukum
Kecam Pembunuhan Warga Sipil di Yahukimo, Tokoh Papua Serukan Perlindungan Masyarakat dan Penegakan Hukum