Polda Metro Tegaskan Kabar Ajudan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tewas Ditembak adalah Hoaks

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Selasa, 28 Juli 2026 | 19:21 WIB
Polisi buka suara soal kabar ajudan eks Jampidsus Febrie Adriansyah tewas ditembak. (Dok.Polri - Threads/kementerian_kurangajar)
Polisi buka suara soal kabar ajudan eks Jampidsus Febrie Adriansyah tewas ditembak. (Dok.Polri - Threads/kementerian_kurangajar)

Jakarta, SUARA PEMBARUAN Polda Metro Jaya membantah kabar yang beredar di media sosial mengenai ajudan mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, yang disebut tewas akibat ditembak orang tak dikenal di wilayah Jakarta Selatan.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, menegaskan informasi tersebut tidak benar setelah pihaknya melakukan pengecekan kepada jajaran Polres Metro Jakarta Selatan.

"Kalau itu ada informasi jelas, sejauh ini kami sudah mengonfirmasi dengan Kasat Reskrim Jakarta Selatan bahwa itu adalah hoaks," kata Budi Hermanto kepada wartawan, Senin (27/7/2026).

Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

"Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi," ujarnya.

Isu mengenai ajudan Febrie Adriansyah meninggal dunia mencuat setelah sejumlah akun media sosial mengunggah narasi yang menyebut orang kepercayaan mantan Jampidsus itu diduga ditembak oleh orang misterius hingga jasadnya disebut belum ditemukan.

Unggahan tersebut kemudian menyebar luas dan memicu berbagai spekulasi di ruang digital.

Kabar tersebut muncul tidak lama setelah publik menyoroti kematian seorang pria bernama Sutrimo yang disebut sebagai kepala rumah tangga (karumga) di kediaman Febrie Adriansyah.

Sutrimo ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di sebuah klinik di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (23/7/2026). Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring dan dinyatakan meninggal dunia saat tiba di rumah sakit atau death on arrival (DOA).

Sempat beredar foto yang memperlihatkan korban dengan dugaan mulut berbusa. Namun, pihak medis menyatakan kondisi tersebut tidak ditemukan saat pemeriksaan dilakukan.

Jenazah Sutrimo selanjutnya dimakamkan oleh keluarga di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Hingga kini, kepolisian menyatakan penyebab pasti kematian Sutrimo belum dapat dipastikan karena tidak dilakukan pemeriksaan lanjutan, sehingga berbagai spekulasi yang berkembang di media sosial belum dapat dibuktikan.

Polda Metro Jaya kembali mengingatkan masyarakat agar selalu memverifikasi informasi melalui sumber resmi sebelum membagikannya, guna menghindari penyebaran hoaks yang dapat menyesatkan publik dan mengganggu proses penegakan hukum.*

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X