Pesan Terakhir Istri Sebelum Tewas di Tragedi KRL Bekasi Timur: “Keretanya Nabrak Mobil”

Photo Author
Rully Satriadi, Suara Pembaruan
- Kamis, 30 April 2026 | 21:33 WIB
Menyoroti penuturan suami korban tewas dalam kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. (Instagram.com/@lambegosiip)
Menyoroti penuturan suami korban tewas dalam kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. (Instagram.com/@lambegosiip)

Saat itu, Radit masih berharap istrinya selamat dan sedang mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

“Waktu itu saya berdoanya ya handphone-nya saja yang di situ, jadi istri saya tuh sudah di rumah sakit,” lanjutnya.

Namun harapan tersebut perlahan berubah menjadi duka mendalam setelah pencarian panjang yang dilakukannya sepanjang malam.

Radit mengaku dihantui rasa bersalah karena merasa gagal menjaga sang istri.

“Saya merasa bersalah, kenapa dia harus kerja,” ucapnya lirih.

Tak hanya itu, ia juga merasa sedih dan kecewa karena tidak mampu melindungi istrinya hingga akhirnya menjadi korban dalam tragedi tersebut.

“Merasa bersalah ke mertua, tidak bisa menjaga istri saya, marah dan kecewa,” imbuhnya.

Di tengah kesedihan itu, Radit masih mengingat jelas pesan terakhir yang dikirim sang istri sebelum kecelakaan maut terjadi.

Saat jadwal perjalanan KRL terganggu akibat insiden taksi yang tertemper kereta lain di area stasiun, Harum sempat memberi kabar kepada suaminya lewat pesan singkat.

“Sayang, ini keretanya nabrak mobil,” kata Radit menirukan pesan terakhir istrinya.

Setelah berkeliling mencari ke sejumlah rumah sakit di Bekasi, Radit akhirnya menemukan keberadaan sang istri di RS Polri Kramat Jati, Jakarta.

Namun pertemuan itu terjadi dalam suasana pilu, karena Harum telah berada di dalam peti jenazah.*

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X