Tokoh Masyarakat Papua Serukan Persatuan dan Kedamaian Menjelang 1 Juli

Photo Author
Roberth Vanwi, Suara Pembaruan
- Selasa, 30 Juni 2026 | 11:16 WIB
Ondofolo Kampung Yoka, Ismael Isack Mebri (Istimewa)
Ondofolo Kampung Yoka, Ismael Isack Mebri (Istimewa)

Jayapura, SUARAPEMBARUAN – Tokoh masyarakat Tanah Papua, Ondofolo Kampung Yoka, Ismael Isack Mebri, mengimbau seluruh masyarakat, khususnya di wilayah Tabi dan Saireri, agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai ajakan maupun isu yang beredar menjelang 1 Juli 2026.

Ismael yang juga menjabat sebagai Ketua DEPMATA Tabi - Papua menyatakan, setiap menjelang tanggal tersebut kerap muncul berbagai agenda yang digagas oleh kelompok-kelompok yang memiliki pandangan berbeda dengan pemerintah. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tetap menjaga persatuan serta tidak terpengaruh oleh informasi yang berpotensi memecah belah kehidupan sosial di Papua.

"Saya mengajak seluruh masyarakat, khususnya di wilayah Tabi dan Saireri, agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh ajakan maupun isu-isu yang berkembang menjelang 1 Juli. Mari kita bijak dalam menyikapi setiap informasi yang beredar dan tidak mudah percaya terhadap provokasi yang dapat mengganggu keamanan serta ketertiban masyarakat," ujar Ismael.

Ia mengatakan, saat ini terdapat berbagai rencana maupun agenda yang disusun oleh pihak-pihak yang berseberangan dan menganggap 1 Juli sebagai momentum peringatan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Menurutnya, masyarakat perlu menyikapi kondisi tersebut secara bijaksana dengan tetap mengedepankan persatuan dan menjaga situasi yang kondusif.

"Persatuan masyarakat Papua adalah kekuatan utama yang harus kita jaga. Jangan sampai ada pihak-pihak yang memanfaatkan momentum ini untuk memecah belah persaudaraan yang selama ini telah kita bangun bersama," katanya.

Ismael juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjunjung tinggi semangat persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia berharap masyarakat tidak mudah terhasut oleh informasi yang belum tentu benar dan tetap menjaga kerukunan di lingkungan masing-masing.

Selain itu, ia meminta masyarakat agar tetap menjalankan aktivitas sehari-hari seperti biasa tanpa rasa takut maupun khawatir. Menurutnya, situasi keamanan akan tetap terjaga melalui sinergi antara aparat keamanan dan pemerintah.

"Kita harus tetap beraktivitas seperti biasa. Percayakan upaya menjaga keamanan kepada aparat TNI-Polri bersama pemerintah yang terus bekerja untuk menciptakan situasi yang aman dan damai bagi seluruh masyarakat Papua," ungkapnya.

Menutup imbauannya, Ismael mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kedamaian yang selama ini telah terpelihara serta tidak memberikan ruang bagi pihak-pihak yang ingin menciptakan perpecahan melalui penyebaran isu-isu negatif. Harapnya, Masyarakat terus mendukung Pemerintah dalam mengisi Pembangunan di Era Otsus yang telah berjalan ini sebagaimana amanat dan cita - cita Otsus itu sendiri.

"Mari kita rawat kedamaian yang telah kita bangun bersama. Jangan biarkan provokasi ataupun isu-isu yang tidak bertanggung jawab merusak persaudaraan kita. Dengan kebersamaan, saling menghormati, dan menjaga persatuan, Papua akan tetap aman, damai, dan menjadi rumah yang nyaman bagi seluruh masyarakat serta mendukung penuh pembangunan di Tanah Papua demi kesejahteraan masyarakat Papua yang dapat terwujud," tutup Ismael.

Editor: Roberth Vanwi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

X