Nabire, SUARAPEMBARUAN – Kepala Suku Besar Moni, Musa Kobogau, mengajak seluruh elemen masyarakat Papua untuk terus menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian di Tanah Papua di tengah berbagai dinamika yang berkembang saat ini.
Menurut Musa, peran tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh komponen masyarakat sangat dibutuhkan dalam menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus memberikan pemahaman yang benar terkait perkembangan situasi yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan di Papua.
“Papua saat ini sangat membutuhkan dukungan dari para tokoh masyarakat dan tokoh adat untuk bersama-sama menyebarkan pesan perdamaian serta memberikan informasi yang benar kepada masyarakat. Dengan demikian, masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar dan dapat mengganggu situasi kamtibmas,” ujar Musa Kobogau.
Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada aparat keamanan yang terus menjalankan tugas dalam menjaga stabilitas keamanan serta melakukan penegakan hukum terhadap kelompok-kelompok yang dinilai dapat mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Saya mengapresiasi langkah aparat keamanan dalam menegakkan hukum terhadap kelompok-kelompok yang memiliki ideologi yang bertentangan dan dapat membahayakan keutuhan NKRI. Namun demikian, saya berharap setiap tindakan dilakukan secara tepat sasaran dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Pada prinsipnya, saya mendukung upaya tersebut demi terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat di Tanah Papua,” katanya.
Musa menegaskan bahwa masyarakat Suku Moni pada dasarnya sangat mencintai perdamaian dan menginginkan kehidupan yang aman serta harmonis. Oleh karena itu, dirinya akan terus mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang beredar tanpa kejelasan sumber maupun kebenarannya.
“Kami masyarakat Suku Moni sangat mencintai perdamaian. Saya akan terus mengarahkan masyarakat agar tetap tenang, menjaga persatuan, dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya,” tegasnya.
Terkait adanya informasi yang sempat beredar mengenai rencana atau agenda pada 1 Juli yang dikaitkan dengan aktivitas berbau separatisme, Musa meminta masyarakat untuk menyikapinya secara bijaksana dan tidak terhasut oleh ajakan-ajakan yang dapat memecah persatuan.
“Jika ada kelompok-kelompok tertentu yang memiliki pandangan berbeda dan mencoba mempengaruhi masyarakat melalui agenda-agenda yang berbau separatisme, saya mengimbau seluruh masyarakat agar tidak terprovokasi. Mari kita tetap tenang, menjaga keamanan lingkungan, dan mempercayakan penanganannya kepada pihak yang berwenang,” ujarnya.
Sebagai warga negara Indonesia, Musa juga mengajak seluruh tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan untuk terus menjaga kedamaian di Papua. Ia menilai bahwa selain menjaga keamanan, peningkatan kesejahteraan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam menciptakan situasi yang kondusif.
Menurutnya, pemerintah perlu terus memberikan perhatian terhadap sektor pendidikan, khususnya bagi anak-anak Papua yang berasal dari keluarga kurang mampu dan berisiko putus sekolah.
“Pendidikan harus menjadi perhatian bersama. Masih ada anak-anak Papua yang putus sekolah karena keterbatasan ekonomi. Kondisi ini perlu mendapat perhatian serius karena generasi muda yang tidak mendapatkan akses pendidikan yang baik lebih rentan terpengaruh oleh kelompok-kelompok yang bertentangan dengan pemerintah. Karena itu, kami berharap pemerintah terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di bidang pendidikan,” ungkap Musa.
Di akhir pernyataannya, Musa Kobogau berharap seluruh elemen masyarakat Papua dapat terus menjaga persatuan, memperkuat semangat kebersamaan, serta mendukung upaya pembangunan demi terciptanya Papua yang aman, damai, dan sejahtera.*