Curhat Damkar Jogja Soal Efisiensi Anggaran Viral, Laporan Warga Kini Dipilah Berdasarkan Tingkat Darurat

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Selasa, 16 Juni 2026 | 15:58 WIB
Damkarmat Kota Yogyakarta akui terdampak efisiensi anggaran yang berimbas pada penanganan laporan warga. (Instagram/damkarjogjaistimewa)
Damkarmat Kota Yogyakarta akui terdampak efisiensi anggaran yang berimbas pada penanganan laporan warga. (Instagram/damkarjogjaistimewa)

 

Yogyakarta, SUARA PEMBARUAN  – Unggahan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Yogyakarta mengenai dampak efisiensi anggaran mendadak menjadi perhatian publik. Melalui media sosial resminya, instansi tersebut mengungkap bahwa keterbatasan anggaran kini turut memengaruhi operasional pelayanan sehingga diperlukan penyesuaian dalam merespons laporan masyarakat.

Dalam unggahan yang viral di Instagram, Damkarmat Kota Yogyakarta menyampaikan bahwa mereka terpaksa menerapkan penyaringan laporan yang lebih ketat untuk memastikan setiap pengerahan personel dan kendaraan benar-benar ditujukan bagi kondisi yang bersifat darurat.

"Kami harus memberlakukan pemfilteran laporan masyarakat yang lebih ketat. Kami harus memastikan bahwa setiap unit yang keluar dari gerbang markas benar-benar meluncur untuk situasi yang sifatnya darurat, demi efisiensi pertolongan yang tepat sasaran," tulis Damkarmat Kota Yogyakarta dalam unggahan yang dipublikasikan Selasa (16/6/2026).

Meski menghadapi keterbatasan anggaran, pihak Damkar menegaskan komitmennya untuk tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Mereka memastikan layanan pemadaman kebakaran maupun penyelamatan tetap beroperasi selama 24 jam tanpa memungut biaya.

"Anggaran boleh dipangkas, tapi tekad kami melayani tidak akan pernah berkurang barang sejengkal pun," tulis mereka.

Unggahan tersebut mendapat respons luas dari masyarakat. Hingga Selasa malam, postingan itu telah memperoleh lebih dari 39 ribu tanda suka dan dibanjiri ribuan komentar. Menariknya, banyak komentar datang dari sesama petugas pemadam kebakaran dari berbagai daerah yang mengaku mengalami kondisi serupa.

Salah satunya disampaikan akun Instagram @banurodman yang mengaku sebagai anggota Damkar Kabupaten Serang. Ia menceritakan bahwa pos tempatnya bertugas belum memiliki unit mobil pemadam yang layak beroperasi selama beberapa tahun terakhir karena keterbatasan anggaran.

Menurutnya, ketika terjadi kebakaran di wilayah tugasnya, petugas harus menunggu armada dari markas utama yang berjarak cukup jauh. Kondisi tersebut kerap membuat petugas menjadi sasaran keluhan warga karena dianggap terlambat tiba di lokasi.

Tak hanya itu, ia juga mengungkapkan bahwa untuk sejumlah penanganan nonkebakaran, petugas bahkan harus menggunakan kendaraan pribadi dan menanggung biaya bahan bakar secara mandiri.

Keluhan serupa datang dari akun @bangdjuned_ yang mengaku bertugas di Damkar Balikpapan. Ia menyebut pihaknya kini juga menerapkan prioritas pelayanan hanya untuk laporan yang benar-benar mendesak guna menghemat penggunaan bahan bakar kendaraan operasional.

Sementara itu, akun @ridha_ibrhm yang mengaku berasal dari Damkar Kabupaten Melawi mengatakan kondisi armada di daerahnya juga memprihatinkan. Kerusakan kendaraan membuat petugas hanya dapat membantu proses pemadaman bersama relawan atau instansi lain ketika terjadi kebakaran.

Di tengah berbagai curahan hati para petugas, dukungan masyarakat terus mengalir. Banyak warganet menyampaikan apresiasi atas dedikasi para anggota pemadam kebakaran yang tetap bertugas meski menghadapi berbagai keterbatasan.

Sejumlah komentar menilai layanan pemadam kebakaran merupakan salah satu sektor penting yang seharusnya mendapatkan dukungan anggaran memadai karena berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X