Banjarbaru Diselimuti Asap Karhutla, Jarak Pandang Anjlok dan Udara Masuk Kategori Berbahaya

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Rabu, 19 Agustus 2026 | 21:29 WIB
Kondisi kabut asap tebal akibat karhutla di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. (Threads/fahmi.mhfz - apluklat)
Kondisi kabut asap tebal akibat karhutla di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. (Threads/fahmi.mhfz - apluklat)

Banjarbaru, SUARA PEMBARUAN — Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, diselimuti kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Rabu (19/8/2026). Kondisi tersebut membuat warga mengeluhkan jarak pandang yang menurun drastis hingga kualitas udara yang memburuk.

Kabut asap dilaporkan menyelimuti sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Landasan Ulin, Liang Anggang, Pengayuan hingga kawasan perbatasan Banjarbaru dengan Kabupaten Tanah Laut.

Keluhan warga ramai bermunculan di media sosial. Sejumlah pengendara mengaku harus meningkatkan kewaspadaan karena tebalnya asap membuat kondisi jalan sulit terlihat.

Salah satu unggahan di Threads menyebut jarak pandang di kawasan Sungai Tabuk hanya sekitar 1-2 meter akibat pekatnya asap karhutla.

“Asap karhutla di Kalimantan sudah di fase yang mengkhawatirkan, jarak pandang cuma 1-2 meter,” tulis akun @fahmi.mhfz, Rabu (19/8/2026).

Unggahan lain memperlihatkan kondisi jalan raya yang diselimuti asap hingga udara tampak abu-abu kekuningan.

“Ya Allah asap pagi ini, bengep bener dah. Ini pemerintah Banjarbaru dan Kalsel udah ada gerakannya belum sih buat kebakaran dan asap-asap ini?” tulis akun Threads @alfanegita.

Asap Disebut Makin Parah

Sejumlah warga menyebut kondisi kabut asap kali ini lebih buruk dibandingkan hari-hari sebelumnya.

“Pagi ini dari Banjarbaru-Banjarmasin asap karhutla di mana-mana. Masker sudah tiga lapis, tapi baunya masih menusuk di hidung,” tulis akun @apluklat.

Warga tersebut juga menyebut kabut asap telah berlangsung lebih dari sebulan. Namun, kondisi pada Rabu pagi dinilai paling parah dengan jarak pandang di sejumlah titik disebut tidak lebih dari 10 meter.

Ia juga mengunggah kondisi Jalan A Yani di depan Bandara Syamsudin Noor. Dalam video tersebut, pesawat tidak terlihat karena tertutup pekatnya asap.

Warga Mulai Khawatir Kesehatan

Selain mengganggu aktivitas, kondisi udara yang buruk mulai memicu kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Asyiknya, PASMAN 75 Mlaku-mlaku Nang Tunjungan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:58 WIB
X