Sejumlah warga mengaku mengalami batuk dan sesak setelah bangun tidur akibat menghirup asap.
“Bangun pagi kaget banget batuk-batuk sesak, lihat ke luar kayak gini. Langsung tutup jendela. Takut banget kena ISPA,” tulis akun @soulwander_ind.
Warganet lainnya menilai persoalan karhutla kini bukan hanya berdampak terhadap jarak pandang, tetapi juga berpotensi menjadi ancaman kesehatan bagi masyarakat.
BMKG Sebut Udara Banjarbaru Berbahaya
Kekhawatiran warga diperkuat data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Konsentrasi PM2.5 di Banjarbaru pada Rabu pagi tercatat mencapai 389,4 mikrogram per meter kubik pada pukul 07.00 WITA.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I BMKG Kalimantan Selatan, Klaus Johannes Apoh Damanik, mengatakan angka tersebut masuk kategori berbahaya dan berada jauh di atas ambang batas 250,5 mikrogram per meter kubik.
BMKG mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi udara memburuk. Warga yang harus beraktivitas di luar juga disarankan menggunakan masker medis, termasuk jenis N95 atau KN95.
“Gunakan masker, menjaga imunitas dengan pola hidup sehat, serta tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan yang bisa memperburuk kualitas udara,” ujar Klaus.
Kondisi kabut asap tersebut menjadi pengingat serius akan dampak karhutla yang tidak hanya mengganggu jarak pandang dan mobilitas warga, tetapi juga dapat mengancam kualitas kesehatan masyarakat.
Artikel Terkait
PLN Indonesia Power PLTA Musi Edukasi Pencegahan Karhutla dan Bagikan Bibit Pohon Buah kepada Masyarakat
Tindaklanjuti Arahan Presiden, Wakapolri dan Wamen Kehutanan Konsolidasikana Hadapi El Nino dan Karhutla
Polri Siagakan Puluhan Ribu Personel dan Perkuat Sarana Operasional Hadapi Ancaman Karhutla
Antisipasi Karhutla, Pemkab dan Polres Bengkulu Tengah Tingkatkan Kesiapsiagaan
Polri Gelar Apel Serentak Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla di Seluruh Indonesia