Bengkulu Tengah, SUARA PEMBARUAN-Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), Provinsi Bengkulu, mengusulkan bantuan sebanyak 30 unit pompa air kepada Kementerian Pertanian (Kementan) di Jakarta, sebagai langkah mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap sektor pertanian di daerah ini.
Usulan bantuan pompa air ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan pasokan air bagi lahan pertanian di wilayah Bengkulu Tengah agar produksi tetap terjaga.
"Dinas Pertanian Bengkulu Tengah telah mengajukan bantuan sebanyak 30 unit pompa air ke Kementan. Pompa air ini nantinya akan kita tempatkan di sejumlah Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di wilayah ini. Bantuan tersebut, diharapkan turun ke Bengkulu Tengah pada akhir Juli 2026 mendatang," kata Kepala Dinas Pertanian Bengkulu Tengah, Helmi Yuliandri, Minggu (28/6/2026).
Ia mengatakan pompa air akan dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan air di lahan pertanian yang berpotensi mengalami kekeringan. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi risiko gagal panen akibat berkurangnya pasokan air selama musim kemarau.
Selain penyediaan pompa air, pemerintah daerah juga mengoptimalkan pemanfaatan jaringan irigasi air tanah sebagai sumber pengairan alternatif. Keberadaan jaringan tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan air bagi lahan pertanian di sejumlah kawasan.
Menurut Helmi, sinergi antara bantuan pompa air dan jaringan irigasi akan memperkuat ketahanan sektor pertanian dalam menghadapi perubahan cuaca. Dengan demikian, aktivitas budidaya tanaman tetap dapat berlangsung meski curah hujan menurun.
Pemerintah daerah juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi lahan pertanian di berbagai kecamatan selama musim kemarau berlangsung. Hasil pemantauan tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan apabila terjadi kekeringan yang lebih luas.
Melalui berbagai upaya antisipasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah berharap produktivitas pertanian tetap terjaga dan kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi. Selain itu, bantuan dari pemerintah pusat diharapkan dapat segera direalisasikan agar petani memperoleh dukungan tepat waktu saat musim kemarau mencapai puncaknya.
Dari pantaun di lapangan meski hujan sudah lama tidak turun di wilayah ini, tapi pasokan air ke lahan persawahan milik petani di sejumlah lokasi di Bengkulu Tengah, dalam kondisi aman. Artinya pasokan air dari irigasi setempat ke sawah petani berjalan lancar.
Namun, bagi sawah tanah hujan jika hujan tidak turun dalam waktu dekat ini, dikhawatirkan sawah petani mengalami kekeringan sehingga mengalami gagal panen alias puso.
Petani berharap hujan segera turun dan bantuan pompa air di Kementan segera direalisasikan, sehingga jika kemarau berlanjut, petani masih bisa tanaman padi petani mendapatkan pasokan air melalui pompa air yang ada.