Pesan Terakhir Istri Sebelum Tewas di Tragedi KRL Bekasi Timur: “Keretanya Nabrak Mobil”

Photo Author
Rully Satriadi, Suara Pembaruan
- Kamis, 30 April 2026 | 21:33 WIB
Menyoroti penuturan suami korban tewas dalam kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. (Instagram.com/@lambegosiip)
Menyoroti penuturan suami korban tewas dalam kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. (Instagram.com/@lambegosiip)

 



Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Tragedi kecelakaan beruntun yang melibatkan KA Argo Bromo dan rangkaian KRL di Stasiun Bekasi Timur masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban.

Insiden maut yang terjadi beberapa hari lalu itu menjadi perhatian besar publik setelah menewaskan belasan orang dan menyebabkan puluhan penumpang lainnya mengalami luka-luka.

Peristiwa tersebut bermula ketika lalu lintas kereta di area Stasiun Bekasi Timur mengalami gangguan akibat sebuah taksi yang tertemper KRL lain di sekitar jalur stasiun.

Kondisi itu membuat rangkaian KRL di belakangnya harus berhenti sementara di Stasiun Bekasi Timur.

Namun nahas, dari arah belakang tiba-tiba melaju KA Argo Bromo yang kemudian menghantam keras rangkaian khusus wanita pada KRL tersebut.

Benturan dahsyat itu menyebabkan banyak penumpang terjepit di dalam gerbong hingga memicu korban jiwa.

Salah satu korban meninggal dunia diketahui bernama Harum Anjarsari (30). Jenazah korban telah berhasil diidentifikasi dan dimakamkan pihak keluarga pada Rabu, 29 April 2026.

Kepergian Harum meninggalkan luka mendalam bagi sang suami, Radit, yang hingga kini masih terpukul atas tragedi tersebut.

Melalui unggahan akun Instagram @lambegosiip pada Rabu, 30 April 2026, Radit menceritakan detik-detik dirinya mencari keberadaan sang istri setelah kecelakaan terjadi.

Dengan suara bergetar menahan tangis, Radit mengaku pertama kali mendapat kabar terkait istrinya melalui petugas pemadam kebakaran.

“Saya telepon, lalu diangkat oleh Damkar,” ujar Radit sambil terisak.

Ia kemudian diminta mencari keberadaan istrinya ke sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi karena banyak korban dievakuasi ke berbagai fasilitas kesehatan terdekat.

“Disuruh mencari keberadaan istri saya di RS terdekat,” tuturnya.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X