Taksi Green SM Belum Dievakuasi, Dugaan Pemicu Tragedi KRL–Argo Bromo Makin Disorot

Photo Author
- Selasa, 28 April 2026 | 21:54 WIB
Menyoroti insiden taksi Green SM yang diduga jadi penyebab awal kecelakaan kereta antara KA Argo Bromo dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur. (Instagram.com/@info.bekasitimur)
Menyoroti insiden taksi Green SM yang diduga jadi penyebab awal kecelakaan kereta antara KA Argo Bromo dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur. (Instagram.com/@info.bekasitimur)

Bekasi, SUARA PEMBARUAN -  Perbincangan di media sosial masih ramai menyoroti dugaan penyebab awal kecelakaan antara KRL dan Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026.

Sebelumnya, satu unit taksi milik Green SM Indonesia dilaporkan sempat tertabrak KRL lain di perlintasan sebidang. Insiden tersebut menyebabkan gangguan operasional kereta dan diduga memicu rangkaian peristiwa yang berujung tabrakan besar.

Sorotan publik semakin menguat setelah muncul informasi bahwa bangkai kendaraan tersebut masih berada di area rel hingga keesokan harinya. Taksi itu dilaporkan belum dievakuasi dari perlintasan Ampera, Bekasi Timur, hingga Selasa, 28 April 2026 siang.

Informasi yang beredar di media sosial menyebutkan kendaraan tersebut masih terdiam di lokasi pascakejadian. Meski demikian, terlihat kendaraan derek telah disiapkan di sekitar area rel yang diduga untuk proses evakuasi.

Di tengah perhatian publik yang meningkat, pihak manajemen Green SM Indonesia akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Perusahaan mengakui keterlibatan satu unit kendaraannya dalam kejadian di perlintasan dekat stasiun.

Dalam keterangannya, Green SM menyatakan telah menyampaikan informasi yang diperlukan kepada pihak berwenang sebagai bentuk dukungan terhadap proses penyelidikan yang tengah berlangsung.

Namun, pernyataan tersebut justru menuai kritik dari warganet karena tidak memuat permintaan maaf secara eksplisit, meskipun insiden tersebut berdampak besar.

Perusahaan menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama dan berjanji akan terus memberikan pembaruan informasi sesuai hasil verifikasi.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi lanjutan dari otoritas terkait mengenai penyebab pasti kecelakaan maupun status evakuasi kendaraan yang diduga menjadi pemicu awal insiden tersebut.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X