Namun, jika salah satu partai ini mendukung pasangan Romer atau Helmi Hasan-Mian, maka pupus sudah harapan calon gubernur dan wakil gubernur lain maju lewat jalur partai politik, karena sisa kursi yang ada hanya 8 kursi.
Sedangkan syarat paslon gubernur dan wakil gubernur Bengkulu bisa maju menjadi peserta pilkada minimal diusung 9 kursi atau 20 persen dari kursi yang ada di DPRD Provinsi Bengkulu.
Baca Juga: Pilkada Serentak Koalisi PKB-Demokrat Bantul Usung Petahana Abdul Halim - Rony Wijaya
"Atas dasar ini, saya perkirakan peserta pilgub Bengkulu 2024 hanya diikuti dua pasang, yakni paslon Rohidin Mersyah-Meriani dan paslon Helmi Hasan-Mian," ujarnya seraya menambahkan meski paslon Rohidin Mersyah-Meriani belum menggelar deklarasi pencalonan mereka," ujarnya.
Jika peserta kontestasi Pilgub Bengkulu hanya diikuti dua paslon saja, maka pertarungan menjadi sengit, karena peluang mereka untuk terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur Bengkulu masing-masing 50 persen.
"Jadi, kunci untuk menang di Pilgub Bengkulu bergantung pada tim pemenangan. Jika tim pemenang solid dan bekerja keras maka dia akan memenangkan pertarungan di pilgub Bengkulu pada 27 November mendatang," demikian Panji.(SPnews/min)
Artikel Terkait
Jelang Pilwakot, Spanduk Anonim Bernada Provokasi Bermunculan di Beberapa Sudut Kota Semarang
Pertarungan Pilwakot Bengkulu Diperkirakan Akan Berlangsung Sengit
DPP Mendukung Pasangan Paulus Waterpauw-Toni Wanggai, Golkar Papua Tegak Lurus Dengan Keputusan
Terkait Pelaksanaan Pilkada Serentak, KPU Benteng Gelar Sosialisasi PKPU No 8 Tahun 2024
PAN dan PPP Sengketa, KPU Bengkulu Tengah Belum Tetapkan Anggota DPRD Terpilih Hasil Pileg 2024