Semarang, SUARA PEMBARUAN – Fraksi Partai Gerindra DPRD Jawa Tengah mulai tancap gas memperkuat komunikasi publik. Tak hanya membuka ruang diskusi dengan wartawan, mereka juga menegaskan siap menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah—termasuk tetap menyuarakan kritik berbasis data meski berada dalam barisan koalisi.Baca Juga: Valet Ride Laris Manis! 183 Pemudik Tinggalkan Motor, Mudik Lebih Aman dari Brebes
Langkah ini mengemuka dalam pertemuan santai antara Fraksi Partai Gerindra DPRD Jateng dengan sejumlah wartawan di Semarang bertajuk "Sambung Rasa Ramadan Fraksi Partai Gerindra", yang diwarnai diskusi terbuka seputar transparansi informasi hingga pola komunikasi ke depan.
Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Jateng, Sudarsono, menegaskan pihaknya ingin memastikan setiap gerak politik dan kebijakan yang dijalankan tetap selaras dengan kepentingan masyarakat.Baca Juga: Arus Mudik Mulai Ngegas! Kendaraan Masuk Jateng via Kalikangkung–Pejagan Melonjak Tajam
“Pergerakan kami di Jawa Tengah harus sesuai dengan tujuan dan arahan partai, sekaligus mendukung program pemerintah. Tapi yang paling penting, kami hadir sebagai jembatan informasi bagi masyarakat,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).
Anggota Komisi C DPRD Jateng itu menekankan, keterbukaan terhadap masukan, kritik, dan aspirasi menjadi kunci dalam membangun Jawa Tengah yang lebih baik. Menurutnya, kolaborasi dengan media sangat penting agar informasi yang sampai ke publik tetap utuh dan tidak bias.Baca Juga: Nyalip Lewat Bahu Jalan, Bus Terguling di Tol Pejagan–Pemalang: 1 Tewas, 33 Luka
Hal senada disampaikan Wakil Ketua Komisi E DPRD Jateng, Yudi Indras Wiendarto. Ia mengakui, selama ini komunikasi dengan media belum optimal, sehingga pihaknya siap melakukan pembenahan.
“Kami justru butuh teman-teman media. Kami ini yang membutuhkan perpanjangan tangan untuk menjelaskan kebijakan kepada masyarakat,” katanya.Baca Juga: Jaga Stabilitas Harga Jelang Lebaran, Bupati Gowa Turun ke Pasar, Pantau Daya Beli Masyarakat
Yudi juga merespons usulan wartawan terkait pembentukan grup WhatsApp khusus untuk distribusi rilis, foto, hingga video kegiatan fraksi. Menurutnya, langkah tersebut akan segera direalisasikan sebagai bentuk keterbukaan informasi.
“Kalau perlu kita buat forum rutin, diskusi santai, bahkan bedah kebijakan bersama. Supaya tidak ada salah tafsir di lapangan,” tambahnya.Baca Juga: Menebar Kebahagiaan di Bulan Suci, IWATI Sulsel dan Lions Club Jamu Ratusan Kaum Dhuafa di Restoran Mewah
Sementara itu, Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPRD Jateng, Dwi Yasmanto, menegaskan bahwa posisi Gerindra tetap sebagai mitra kritis pemerintah, meskipun berada dalam koalisi.
“Kami tetap akan memberikan kritik dan saran, tapi berbasis data. Kalau ada kebijakan yang tidak tepat dan berdampak ke masyarakat, tentu akan kami sampaikan,” tegas anggota Komisi C DPRD Jateng ini.Baca Juga: Impor Kendaraan Niaga India oleh PT Agrinas Dinilai Sarat Masalah
Ia juga menyoroti pentingnya mekanisme komunikasi yang lebih terstruktur, termasuk penunjukan perwakilan sebagai penghubung antara fraksi dan media, agar informasi yang disampaikan tetap akurat dan tidak simpang siur.
Ke depan, Fraksi Gerindra berencana menggelar pertemuan rutin dengan wartawan, minimal sebulan sekali, guna membahas isu-isu strategis di Jawa Tengah.
Langkah ini diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan dengan media, tetapi juga memastikan setiap kebijakan pemerintah dapat dipahami masyarakat secara utuh—tanpa distorsi informasi.*Baca Juga: Viral! Tukang Bakso Hadiahi Gubernur Saat Mudik Gratis, Kisah Perantau Bikin Haru
Artikel Terkait
DPD Gerindra Bengkulu Gelar Syukuran HUT ke-17, Berjuang Tanpa Akhir
Prabowo Memuji Mentan Andi Amran di depan Ribuan Kader Partai Gerindra
Gerindra Jateng Tunggu Sikap Resmi KPK soal Penangkapan Bupati Pati
HUT Gerindra Bikin Atribut Menjamur, Sekjen Sugiono Minta Maaf dan Perintahkan Dicopot
Dony Ahmad Munir Resmi Gabung Gerindra, Alun-alun Sumedang Jadi Panggung Konsolidasi Politik