Arus Mudik Mulai Ngegas! Kendaraan Masuk Jateng via Kalikangkung–Pejagan Melonjak Tajam

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Rabu, 18 Maret 2026 | 09:23 WIB
Kepadatan kendaraan pemudik terlihat di Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, seiring lonjakan arus masuk ke Jawa Tengah jelang Lebaran 2026.
Kepadatan kendaraan pemudik terlihat di Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, seiring lonjakan arus masuk ke Jawa Tengah jelang Lebaran 2026.


Gelombang pemudik mulai terasa. Dalam 24 jam terakhir, arus kendaraan yang masuk ke Jawa Tengah melonjak drastis, terutama melalui Gerbang Tol Kalikangkung dan Pejagan.


Semarang, SUARA PEMBARUAN  – Arus lalu lintas menuju Jawa Tengah mulai menunjukkan peningkatan signifikan seiring mendekatnya musim mudik Lebaran 2026. Lonjakan kendaraan terpantau dalam periode 24 jam, sejak 17 Maret 2026 pukul 06.00 WIB hingga 18 Maret 2026 pukul 06.00 WIB.

Di Gerbang Tol Pejagan, tercatat sebanyak 13.570 kendaraan masuk ke wilayah Jawa Tengah. Puncak arus terjadi pada pukul 00.00–01.00 WIB dengan jumlah 722 kendaraan. Sementara itu, arus kendaraan yang keluar menuju arah barat tercatat 1.881 kendaraan, dengan puncak pada pukul 12.00–13.00 WIB sebanyak 251 kendaraan.

Jika dibandingkan hari sebelumnya, arus masuk di Pejagan mengalami kenaikan signifikan sebesar 4.004 kendaraan atau 41,9 persen. Sebaliknya, arus keluar justru menurun drastis sebesar 3.418 kendaraan atau 64,5 persen, menandakan dominasi pergerakan kendaraan menuju Jawa Tengah.

Lonjakan lebih tinggi terjadi di Gerbang Tol Kalikangkung yang menjadi pintu utama masuk ke Kota Semarang. Tercatat sebanyak 48.150 kendaraan masuk dari arah Jakarta, dengan puncak arus pada pukul 16.00–17.00 WIB mencapai 2.847 kendaraan.

Adapun arus kendaraan keluar menuju Jakarta tercatat sebanyak 11.653 kendaraan, dengan puncak pada jam yang sama sebanyak 790 kendaraan.

Dibandingkan hari sebelumnya, arus masuk di Kalikangkung meningkat tajam sebesar 16.704 kendaraan atau 53,1 persen. Sementara arus keluar mengalami penurunan sebesar 5.723 kendaraan atau 33 persen.

Kasatgas Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. Artanto, menyebut peningkatan ini sebagai bagian dari fase awal puncak arus mudik yang terjadi secara bertahap.

“Polda Jawa Tengah akan menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem one way di jalur tol berdasarkan parameter yang telah ditentukan. Langkah ini untuk memastikan arus mudik tetap lancar,” ujarnya, Rabu (18/3).

Ia juga mengimbau para pemudik untuk selalu memperbarui informasi lalu lintas melalui kanal resmi, agar dapat menyesuaikan waktu serta rute perjalanan.

Dengan tren peningkatan ini, masyarakat diminta merencanakan perjalanan secara matang serta mengantisipasi kepadatan di sejumlah titik rawan demi kelancaran mudik Lebaran tahun ini.



Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X