Mudik Gratis Jateng via Kereta Diserbu, Ratusan Warga Berangkat dari Pasar Senen

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Selasa, 17 Maret 2026 | 14:48 WIB
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat memberangkatkan pemudik asal Jateng dari Stasiun Senen.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat memberangkatkan pemudik asal Jateng dari Stasiun Senen.

 


Jakarta, SUARA PEMBARUAN  — Antusiasme program mudik gratis kembali terlihat. Ratusan warga asal Jawa Tengah memadati Stasiun Pasar Senen untuk berangkat ke kampung halaman menggunakan kereta api, Selasa (17/3/2026).

Keberangkatan ini difasilitasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang menyediakan moda transportasi kereta bagi pemudik yang tidak mendapatkan kuota bus. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, secara langsung melepas perjalanan tersebut.

Pelepasan ditandai dengan keberangkatan KA Joko Tingkir menuju Stasiun Solo Balapan yang membawa 648 peserta. Sebelum kereta diberangkatkan, Luthfi menyempatkan diri menyapa penumpang di dalam gerbong sekaligus membagikan souvenir.

Ia berdialog santai dengan para pemudik, menanyakan tujuan hingga pengalaman mereka mengikuti program mudik gratis. Suasana hangat pun terasa ketika para peserta menyampaikan rasa senang dan terima kasih.

Para pemudik berasal dari beragam latar belakang, mulai dari karyawan swasta, pengemudi ojek online, pedagang, hingga mahasiswa. Mereka mengaku terbantu dengan adanya fasilitas ini karena dapat menghemat biaya perjalanan.

Selain KA Joko Tingkir yang berangkat pukul 11.50 WIB, Pemprov Jateng juga menyiapkan KA Tawang Jaya tujuan Semarang yang dijadwalkan berangkat pukul 18.00 WIB, serta tambahan satu gerbong pada pukul 12.30 WIB.

Menurut Luthfi, penyediaan kereta api ini menjadi solusi bagi masyarakat yang tidak mendapatkan tiket mudik gratis dengan bus. Ia menegaskan, program ini ditujukan khusus bagi pekerja informal asal Jawa Tengah di wilayah Jabodetabek.

Tidak hanya kereta api, sebelumnya Pemprov Jateng juga telah memberangkatkan ratusan bus dari Jakarta dan Bandung untuk mengangkut pemudik.

Salah satu peserta, Legiman, warga asal Purworejo, mengaku sudah beberapa kali mengikuti program ini. Ia merasakan manfaat besar karena dapat pulang kampung tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Hal serupa disampaikan Rina Setyani dan Nia Retno Setyawati asal Purwokerto yang baru pertama kali ikut. Mereka mendapatkan informasi dari media sosial setelah gagal memperoleh tiket bus.

Dengan persiapan matang, mereka berangkat lebih awal ke stasiun agar perjalanan mudik berjalan lancar dan nyaman.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X