RI–Australia Teken Treaty Keamanan, Sugiono: Bukan Pakta Militer, Tapi Forum Konsultasi Rutin

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Sabtu, 7 Februari 2026 | 10:46 WIB
Seskab Mayor Teddy dan Menlu Sugiono saat menyanyikan lagu hits Kuch Koch Hota Hai
Seskab Mayor Teddy dan Menlu Sugiono saat menyanyikan lagu hits Kuch Koch Hota Hai


Jakarta, SUARA PEMBARUAN  – Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa penandatanganan Treaty on Common Security antara Indonesia dan Australia akan menjadi pijakan pembentukan forum konsultasi rutin di bidang keamanan yang melibatkan pimpinan negara hingga jajaran menteri.

Pernyataan itu disampaikan usai penandatanganan traktat di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/2), yang turut dihadiri Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dan Presiden RI Prabowo Subianto.

Menurut Sugiono, kesepakatan tersebut secara logis akan membuka ruang dialog berkala antara kedua negara. Nantinya, akan ada berbagai forum diskusi dan konsultasi yang digelar secara teratur untuk membahas isu-isu keamanan bersama.

Ia menjelaskan, pola komunikasi seperti ini sebenarnya bukan hal baru bagi Indonesia. Selama ini, Indonesia juga aktif dalam sejumlah forum konsultasi regional maupun bilateral, termasuk pertemuan antarmenteri luar negeri ASEAN serta dialog luar negeri dan pertahanan atau 2+2 dialogue dengan beberapa negara mitra seperti Jepang dan Tiongkok.

Sugiono menilai, di tengah dinamika global yang semakin kompleks, komunikasi dan kolaborasi antarnegara menjadi kebutuhan mendesak agar tercipta pemahaman bersama terhadap situasi keamanan internasional.

Lebih lanjut, ia menyebut traktat ini merupakan kelanjutan dari tradisi kerja sama bilateral yang telah berjalan sejak 1995, namun kini diperluas dengan pendekatan yang lebih menyeluruh serta melibatkan tingkat kepemimpinan tertinggi.

Meski demikian, Sugiono menekankan bahwa perjanjian tersebut bukanlah pakta pertahanan atau aliansi militer. Traktat ini tidak mengikat kedua negara untuk menganggap ancaman terhadap salah satu pihak sebagai ancaman bersama.

“Ini murni forum konsultasi keamanan, bukan pakta militer,” tegasnya, seraya menekankan bahwa fokus utama adalah memperkuat dialog dan koordinasi bilateral.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X