Jakarta, SUARA PEMBARUAN – Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa penandatanganan Treaty on Common Security antara Indonesia dan Australia akan menjadi pijakan pembentukan forum konsultasi rutin di bidang keamanan yang melibatkan pimpinan negara hingga jajaran menteri.
Pernyataan itu disampaikan usai penandatanganan traktat di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/2), yang turut dihadiri Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dan Presiden RI Prabowo Subianto.
Menurut Sugiono, kesepakatan tersebut secara logis akan membuka ruang dialog berkala antara kedua negara. Nantinya, akan ada berbagai forum diskusi dan konsultasi yang digelar secara teratur untuk membahas isu-isu keamanan bersama.
Ia menjelaskan, pola komunikasi seperti ini sebenarnya bukan hal baru bagi Indonesia. Selama ini, Indonesia juga aktif dalam sejumlah forum konsultasi regional maupun bilateral, termasuk pertemuan antarmenteri luar negeri ASEAN serta dialog luar negeri dan pertahanan atau 2+2 dialogue dengan beberapa negara mitra seperti Jepang dan Tiongkok.
Sugiono menilai, di tengah dinamika global yang semakin kompleks, komunikasi dan kolaborasi antarnegara menjadi kebutuhan mendesak agar tercipta pemahaman bersama terhadap situasi keamanan internasional.
Lebih lanjut, ia menyebut traktat ini merupakan kelanjutan dari tradisi kerja sama bilateral yang telah berjalan sejak 1995, namun kini diperluas dengan pendekatan yang lebih menyeluruh serta melibatkan tingkat kepemimpinan tertinggi.
Meski demikian, Sugiono menekankan bahwa perjanjian tersebut bukanlah pakta pertahanan atau aliansi militer. Traktat ini tidak mengikat kedua negara untuk menganggap ancaman terhadap salah satu pihak sebagai ancaman bersama.
“Ini murni forum konsultasi keamanan, bukan pakta militer,” tegasnya, seraya menekankan bahwa fokus utama adalah memperkuat dialog dan koordinasi bilateral.
Artikel Terkait
Agustin Siap Jadikan Pecinan Semarang 'Chinatown' seperti di Luar Negeri, Irwan Hidayat: Kuncinya, Bersih dan Terang!
Bandara Ahmad Yani Kembali Layani Penerbangan Internasional, Tiga Maskapai Siap Terbang ke Luar Negeri
Pemprov Jateng Buka Peluang Kuliah ke Luar Negeri, 100 Pelajar Akan Diberangkatkan ke Korea Selatan
KPK Hitung Sementara Kerugian Bansos Rp200 Miliar, Rudy Tanoesoedibjo Dicegah ke Luar Negeri
Prabowo: DPR Sepakati Cabut Tunjangan dan Hentikan Sementara Kunjungan Luar Negeri