Agustin Siap Jadikan Pecinan Semarang 'Chinatown' seperti di Luar Negeri, Irwan Hidayat: Kuncinya, Bersih dan Terang!

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Senin, 27 Januari 2025 | 22:38 WIB
Wali Kota Semarang Terpilih Agustina Wilujeng Pramestuti memukul gong tanda penutupan Pasar Imlek Semawis 2025, Senin (27/1/2025) malam.
Wali Kota Semarang Terpilih Agustina Wilujeng Pramestuti memukul gong tanda penutupan Pasar Imlek Semawis 2025, Senin (27/1/2025) malam.

 


Semarang, SUARA PEMBARUAN - Wali Kota Semarang Terpilih, Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan komitmen dan tekadnya menjadikan Kawasan Pecinan Semarang sebagai 'Chinatown' seperti di banyak kota di dunia.Baca Juga: Survei Indikator: Sri Mulyani Menteri Berkinerja Terbaik, Andi Amran Sulaiman Nomor 6

"Ini mimpi sekaligus komitmen saya agar Kawasan Pecinan ini jadi chinatown seperti di beberapa negara, yang menjadi destinasi wisata budaya dan kuliner," ungkap Agustin, saat menutup secara resmi Pasar Imlek Semawis 2025, Senin (27/1/2025) malam.

Pasar Imlek Semawis 2025 dibuka sejak Sabtu (25/1/2025) di Gang Pinggir selama tiga hari. Penutupan ditandai pemukulan gong China oleh Wali Kota Semarang Agustin, disaksikan Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk Irwan Hidayat dan Ketua Kopi Semawis Harjanto Halim.Baca Juga: Objek Wisata Pantai Laguna, Kaur Ramai Dikunjungi Wisatawan Hari Libur Nasional

Menurut Agustin, upaya pemerintah untuk merevitalisasi Kawasan Pecinan Semarang harus mendapat dukungan masyarakat setempat, dengan menjaga kebersihan dan ketertiban.

"Kami berupaya, tapi tergantung masyarakat untuk menjaga kebersihan dan ketertiban. Mau tidak? Kalau Kawasan ini jadi bagus, kan bisa menumbuhkan perekonomian," tegasnya.

Agustin menegaskan bahwa dirinya berkomitmen agar Semarang jadi kota pariwisata yang indah dan menjadi daya tarik wisatawan.Baca Juga: Dewan Masjid Indonesia Merintis Pembangunan 100 Masjid di Gaza

"Di sini ada Klenteng Tay Kak Sie, di dalamnya ternyata tersimpan buku yang berusia 400 tahun. Tidak semua orang tahu, padahal ini jelas potensi wisata yang luar biasa," tegasnya.

"Di sini juga dikenal kulinernya. Cuma ada ada kata: enak dan enak sekali," imbuhnya.Baca Juga: Pemprov Sulsel Siap Sukseskan Sidang Umum Himpuni di Makassar

Ketua Kopi Semawis Harjanto Halim menjelaskan hari ini dalam tradisi Tionghoa adalah Ji Kau Meh yaitu saatnya orang mbeli keperluan sembahyang dan membeli keperluan bahan makanan untuk menjamu keluarga sebelum pergantian tahun baru Imlek.

Bos Sido Muncul Irwan Hidayat menyambut baik upaya yang akan dilakukan Agustin sebagai wali kota terpilih untuk merealisasikan pecinan sebagai Chinatown.Baca Juga: Pertamina Tegaskan Penggunaan LPG 3 Kg Sesuai Aturan Dirjen Migas

"Kalau di luar negeri, Chinatown itu sangat menyedot wisatawan yang sangat besar, dikenal dengan wisata yang mahal. Tapi ada syaratnya: harus bersih dan terang. Jangan seperti sekarang, masih kotor dan kurang terang. Pokoknya gak usah muluk-muluk, cukup bersih dan terang, itu saja!" tegas Irwan.

Menurut Irwan, penataan Kawasan pecinan tak perlu berbiaya besar seperti Kawasan kota lama Semarang. Sebab, Kawasan pecinan sudah jadi.Baca Juga: Kodam IV/Diponegoro Bangun Gereja di Lingkungan Makodam

"Tinggal perbaiki saja jalan-jalannya menjadi lebih bagus, dijaga kebersihannya, ditata para pedagangnya, ditata parkirnya, lalu lintas kendaraannya, sehingga dapat membuat wisatawan yang berkunjung nyaman," pungkasnya.*

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Ke Candi Prambanan, Rekreasi dan Memahami Sejarah

Kamis, 30 April 2026 | 19:32 WIB
X