Ia menilai rendahnya literasi media dan informasi (LMI) menjadi akar persoalan. “Kita terlalu mudah percaya pada pesan yang datang lewat WhatsApp atau media sosial tanpa memverifikasi,” katanya.
Untuk itu, Syaiful menyerukan kolaborasi lintas sektor—antara media, lembaga pendidikan, komunitas, dan aparat—untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap hoaks.
“Masyarakat harus kritis, skeptis, dan berhati-hati sebelum membagikan konten. Apalagi jika isinya menimbulkan kemarahan,” tutupnya.*
Artikel Terkait
Ferry Irwandi Dilaporkan TNI, Publik Ingat Ucapannya soal Penangkapan Intel di Aksi Demo
Nepal Membara: Demo Besar Pecah, Jurang Kaya-Miskin Jadi Pemicu Utama
Dari Skandal Korupsi hingga Pemblokiran Medsos, Begini Awal Gejolak Demo Berdarah di Nepal
Sikapi Aspirasi Demo Hari Tani, Pemprov Bengkulu Bentuk Tim Khusus Atasi Konflik Agraria
FWPJT Gelar Diskusi Demo Rusuh atau Perusuh Demo?, Mengurai Akar Kericuhan Aksi Massa di Jawa Tengah