Tak hanya itu, operasional dapur MBG juga dihentikan sementara hingga hasil evaluasi dan pemeriksaan laboratorium keluar.
“Kami berhenti operasional, kami evaluasi dulu sampai semua benar-benar baik baru kita lihat kelanjutannya seperti apa,” terang Alida.
Saat ini, penyebab pasti dugaan keracunan masih didalami oleh Dinas Kesehatan Kota Surabaya melalui pemeriksaan sampel makanan MBG yang dikonsumsi para siswa.
Di tengah polemik tersebut, Alida menegaskan dapur MBG miliknya telah mengantongi sertifikasi resmi dari Badan Gizi Nasional sejak mulai beroperasi pada Februari 2026.
“Lengkap semua. Memang ini kejadian di luar kontrol kami,” tandasnya.